KAI Blacklist Pelaku Pelecehan Seksual, Dilarang Naik hingga 20 Tahun
KAI Daop 6 Jogja menegaskan pelaku pelecehan seksual dapat masuk blacklist dan dilarang menggunakan kereta api hingga 20 tahun.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo. ANTARA/Luqman Hakim
Harianjogja.com, JOGJA—Kasus influenza di Indonesia dilaporkan meningkat signifikan selama Oktober 2025. Hal ini tak terkecuali terjadi di Jogja. Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan pola hidup sehat agar tidak mudah tertular flu di musim penghujan.
“Saya mengimbau agar masyarakat meningkatkan kekebalan tubuhnya di tengah cuaca seperti ini agar terhindar dari influenza,” katanya, Jumat (31/10/2025).
Ia menyebut penyakit flu yang selama ini beredar di Indonesia memiliki gejala klinis yang relatif tidak berbahaya. Menurutnya, virus flu yang beredar di Indonesia berbeda dengan yang ditemukan di Eropa yang dapat menyebabkan komplikasi serius.
“Virus flu di Indonesia saat ini gejalanya ringan dan jarang menimbulkan komplikasi berat seperti yang terjadi di Eropa,” katanya.
Ia mendorong masyarakat untuk memperhatikan pola hidup sehat, termasuk berjemur secara cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit.
Kasus Sepanjang Oktober
Seperti dikutip dari Antara, Berdasarkan laporan Pengawasan Kasus Influenza dan Covid-19 sepanjang Oktober 2025 tercatat ada 115 kasus influenza dengan rincian flu A (H1N1) 13 kasus, flu A (H3N2) 86 kasus, dan flu B (victoria) 16 kasus.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, yang hanya mencatat 54 kasus influenza.
Diduga kuat influenza yang menyerang masyarakat adalah influenza A. Influenza A merupakan virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, termasuk hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
Virus ini memiliki beberapa subtipe seperti H1N1, H5N1, dan H3N2—yang saat ini tengah mendominasi daerah Asia.
Dibandingkan dengan influenza B, influenza A tergolong jauh lebih berbahaya. Tipe B umumnya hanya menular antar manusia, memiliki tingkat mutasi yang lebih rendah, serta tidak berpotensi memicu pandemi global.
Sementara itu, influenza A dapat menular baik antar manusia maupun dari hewan ke manusia. Tingkat mutasinya yang tinggi membuat virus ini mudah menyebar dan berpotensi melahirkan varian baru yang lebih ganas, bahkan dapat memicu pandemi global.
Salah satu contohnya adalah flu Spanyol atau influenza 1918 yang disebabkan oleh virus H1N1 dengan gen unggas. Penyakit ini hanya membutuhkan waktu satu tahun untuk menyebar ke seluruh dunia.
Diketahui flu Spanyol menginfeksi sekitar 500 juta orang di seluruh dunia dengan angka kematian mencapai 50 juta jiwa.
Influenza A subtipe H5N1 sempat merebak di Indonesia antara tahun 2005 hingga 2017. Sejak 2018, tidak ada laporan terbaru kasus orang yang terjangkit virus tersebut.
Namun, baru-baru ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengumumkan bahwa influenza A subtipe H3N2 telah terdeteksi di Indonesia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Jogja menegaskan pelaku pelecehan seksual dapat masuk blacklist dan dilarang menggunakan kereta api hingga 20 tahun.
Karhutla Indonesia mencapai 202.004 hektare hingga Juli 2026, melampaui 2019 dan 2023. El Nino kini masuk kategori sangat kuat.
Harga BBM Pertamina hari ini, Rabu 19 Agustus 2026. Simak harga Pertamax, Pertalite, Pertamax Turbo, Dexlite hingga Pertamina Dex.
Marwan/Aisyah menghadapi wakil Denmark di babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026. Mereka memilih bermain tanpa beban.
Rodri resmi pindah ke Barcelona setelah tujuh tahun bersama Man City. Meski pergi, dia memastikan hatinya tetap untuk The Citizens.
BMKG memprakirakan Jogja berawan tebal hari ini, Rabu 19 Agustus 2026. Sejumlah wilayah Indonesia berpotensi hujan sedang hingga lebat