Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Pantai Sepanjang Gunungkidul - ist/jogjaprov.go.id
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Puluhan gazebo dan lapak pedagang di Pantai Sepanjang, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, bakal dibongkar. Pembongkaran menjadi bagian dari penataan kawasan di pantai tersebut.
Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta, mengatakan rencana penertiban di Pantai Sepanjang dilaksanakan Selasa (4/11/2025). Ia berharap pelaksanaan dapat berjalan dengan aman dan lancar.
“Programnya kegiatan bertajuk Gerakan Bersih Pantai Sepanjang,” kata Sri Suhartanta kepada wartawan, Senin (3/11/2025).
Menurut dia, kegiatan bersih-bersih ini nantinya juga mencakup rencana pembongkaran gazebo dan lapak milik para pedagang. Diperkirakan hampir 100 pedagang akan direlokasi dari pinggir pantai ke sebelah utara jalan di kawasan Pantai Sepanjang.
“Pemindahan ini jadi bagian dari penataan kawasan. Kami sudah menyiapkan lokasi baru di sisi utara sehingga tidak berada di dekat pantai,” katanya.
Mantan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Gunungkidul ini menambahkan, sudah ada sosialisasi kepada para pedagang terkait kebijakan ini. "Sudah ada sosialisasi dan tidak ada masalah," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana, mengatakan, kegiatan penataan di Pantai Sepanjang sejalan dengan harapan dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang berharap pengunjung dapat melihat pantai. Kondisi ini berkebalikan di Pantai Sepanjang, di mana pantainya tidak terlihat karena tertutup gazebo dan lapak milik para pedagang.
"Harapan dari Ngarso Dalem (Sri Sultan Hamengku Buwono X), ketika pengunjung datang dapat melihat laut dan bukan lapak berjualan milik pedagang,” katanya.
Menurut dia, untuk penertiban sudah ada koordinasi lintas sektor melibatkan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-KP) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul. "Selain menata, nantinya juga ada pengaspalan jalan di Pantai Sepanjang," katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono. Menurut dia, sudah ada kesepakatan untuk melakukan kerja bakti penataan kawasan Pantai Sepanjang.
"Kegiatannya digelar besok [Selasa] pagi," katanya.
Ia menjelaskan, salah satu sasaran kegiatan adalah membongkar gazebo yang pernah dibangun pada tahun 2013 lalu. Pembongkaran dilakukan karena letaknya berada di sempadan pantai. "Maka dari itu, besok akan dibongkar,” katanya.
Hary berharap pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Di sisi lain, dengan adanya pembongkaran bangunan di kawasan sempadan pantai, maka dapat lebih tertata.
"Tentunya juga untuk keamanan. Salah satunya ancaman gelombang tinggi, sehingga dilakukan penertiban,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.