Kebakaran Lahan Bantul Melonjak, Wukirsari Tiga Kali Terbakar
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Foto ilustrasi sakit perut/keracunan. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Ratusan siswa SMA Negeri 1 Jetis, Bantul, jatuh sakit usai makan siang dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa itu memunculkan pertanyaan besar: seberapa aman sebenarnya makanan yang disajikan dalam program pemerintah ini?
Sakit perut, mual, hingga diare menyerang ratusan pelajar hanya beberapa jam setelah makan bersama di sekolah. Bagi para orang tua, kabar itu tentu membuat panik. Namun di balik insiden tersebut, sorotan kini tertuju pada lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan MBG.
Kepala Divisi Humas Jogja Police Watch (JPW), Baharuddin Kamba, menilai kejadian ini bukan yang pertama kali. Ia mendesak agar ada langkah hukum tegas terhadap pihak yang lalai.
“Kasus seperti ini sudah sering, tapi tak ada satupun yang dijerat pidana,” ujarnya tegas.
Tak hanya itu, publik juga kecewa karena Kepala SPPG Bantul, Fitra Khasanah, disebut tidak diizinkan memberikan pernyataan kepada media. Padahal, masyarakat berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
“Transparansi itu penting, apalagi ini menyangkut keselamatan anak-anak,” tambah Baharuddin.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemkab Bantul menutup sementara empat dapur penyedia MBG yang belum memenuhi standar higienis. Pemerintah berjanji melakukan evaluasi menyeluruh agar insiden serupa tak terulang.
Namun bagi banyak orang tua, janji itu belum cukup. Mereka berharap program makan bergizi gratis benar-benar aman dan layak untuk anak-anak mereka—bukan malah membawa risiko baru.
Sebelumnya, sebanyak 168 siswa SMAN 1 Jetis dilaporkan mengalami sakit perut dan diare beberapa jam setelah menyantap menu MBG saat jam makan siang.
Kepala SPPG Kabupaten Bantul, Fitra Khasanah, ketika dikonfirmasi, menyebut dirinya tidak diizinkan memberikan pernyataan kepada media.
“Kami tidak diperbolehkan memberi pernyataan,” ujarnya singkat, Senin (3/11/2025).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
YIA menyerahkan perahu karet dan motor tempel kepada relawan SAR untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di pesisir Kulonprogo.
Menaker Yassierli memastikan pemerintah mengawal isu PHK buruh garmen di Jawa Tengah melalui verifikasi, mediasi, dan perlindungan hak pekerja.
DPC PDIP Kota Jogja Gelar Refleksi Kudatuli 1996, Eko Suwanto Ajak Kader Jaga Konstitusi & Demokrasi Untuk Kesejahteraan Rakyat
Tiket konser perdana YE di Jakarta mulai dijual 29 Juli 2026 pukul 10.00 WIB. Harga tiket mulai Rp1,875 juta melalui kanal resmi.