Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Foto ilustrasi proyek pembangunan jalan.
Harianjogja.com, JOGJA—Kinerja pembangunan di DIY menunjukkan tren positif hingga triwulan III/2025. Salah satunya tercermin dari capaian Inclusive Growth Index (IGI) DIY 2025 yang berada pada skor 6,64, meningkat dibandingkan skor tahun 2021 yang tercatat 6,15.
Data tersebut dirilis Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) DIY. Kenaikan skor IGI menjadi sinyal bahwa pertumbuhan ekonomi di DIY berjalan lebih inklusif, tidak hanya bertumpu pada peningkatan output ekonomi, tetapi juga mampu dirasakan masyarakat secara lebih merata.
Kepala Bapperida DIY, Danang Setiadi, menjelaskan IGI disusun untuk melengkapi indikator pertumbuhan ekonomi yang selama ini hanya menitikberatkan pada besaran total output. “Dengan melihat pertumbuhan inklusif, bisa juga dilihat pada aspek akses dan pemerataannya,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).
Ia menerangkan, IGI diukur melalui tiga pilar utama, yaitu pertumbuhan dan pembangunan, inklusi, serta kesetaraan dan keberlanjutan. Dari ketiga pilar tersebut diturunkan sejumlah indikator, mulai dari pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja, infrastruktur, tingkat kemiskinan, ketimpangan, kesetaraan gender, kapasitas SDM hingga perlindungan sosial.
Danang menambahkan, capaian IGI DIY 2025 sudah melampaui target yang ditetapkan yakni 6,52. Ke depan, Pemda DIY menargetkan skor IGI terus meningkat seiring dengan penurunan kemiskinan, peningkatan penghidupan ekonomi yang layak dan penguatan kualitas SDM yang mumpuni.
Selain IGI, Danang juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan lainnya. Pada Indeks Kebahagiaan, DIY meraih skor 71,7 atau 96,92% dari target 2025 sebesar 73,98. Salah satu indikator yang meningkat signifikan adalah pendapatan per kapita yang mencapai 105,17% dari target.
Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan hingga 3,18%, lebih baik dari target 2025 yang berada pada kisaran 3,26–3,56%.
Sementara itu pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), DIY mencatat skor 81,62 dari target 81,68. Untuk Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK), realisasi mencapai 67,9, sedikit lebih rendah dari target 74,98.
“DIY terus berkomitmen mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, berbudaya dan berkelanjutan,” tegas Danang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
AS dan Iran capai kesepakatan awal, Selat Hormuz dibuka kembali. Harga minyak diprediksi turun, negosiasi nuklir berlanjut.
Program MBG dihentikan sementara saat libur sekolah. BGN audit dapur dan siapkan skema baru yang lebih tepat sasaran.
Top Ten News Harian Jogja Selasa 16 Juni 2026, dari kabel semrawut Jogja hingga harga emas naik dan update Piala Dunia.
ESDM alokasikan Rp5,2 triliun untuk jargas 2027, targetkan 959 ribu sambungan rumah guna tekan impor LPG.
MK target putusan gugatan MBG pada Juli 2026. Sidang dipercepat, jumlah ahli dibatasi demi efisiensi waktu persidangan.