Update Kasus Daycare Jogja, Puluhan Anak Alami Gangguan Tumbuh Kembang
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Kawasan jembatan kleringan. - Instagram/@sutrisnokh.
Harianjogja.com, JOGJA—Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menyebut Jembatan Kleringan telah berada dalam kondisi kritis sehingga Pemkot Jogja menargetkan rekonstruksi total pada 2026. Nantinya rekonstruksi dilakukan dengan fokus pada penguatan struktur.
Hasto menyatakankondisi struktur Jembatan Kleringan saat ini hanya mencapai sekitar 10% hingga 20% kelayakannya di tahun 2025. Menurutnya, kondisi kritis ini dapat membahayakan pengguna jalan jika tidak segera diperbaiki. Hasto menyatakan Pemkot Jogja telah merencanakan untuk membangun ulang struktur jembatan tersebut pada tahun depan.
Dia menyebut Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan ulang jembatan telah selesai disusun. Dalam DED tersebut, penguatan struktur jembatan diutamakan. Perbaikan ini juga akan tetap memperhatikan karakter jembatan yang masuk dalam kawasan cagar budaya.
Untuk pembangunan ulang tersebut, diperkirakan dibutuhkan anggaran sekitar Rp12 miliar hingga Rp15 miliar. Dengan alokasi anggaran sebesar itu, Pemkot Jogja tengah berupaya agar dapat mengakses pendanaan dari pemerintah pusat.
Hasto menyebut perbaikan jembatan tersebut diperkirakan akan rampung dalam satu tahun anggaran. Selama masa konstruksi, Jembatan Kleringan akan ditutup sementara.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, Umi Akhsanti, mengakui kondisi Jembatan Kleringan telah memasuki tahap kritis. Hasil asesmen dari konsultan menyatakan jembatan berusia lebih dari 100 tahun itu tidak lagi layak hanya untuk direhabilitasi.
“Memang kondisinya sudah kritis secara teknis karena usianya lebih dari 100 tahun. Sudah tidak memungkinkan hanya direhab, harus dibangun ulang. Tahap awal kita lakukan pembatasan dulu untuk angkutan berat,” katanya.
Saat ini DED tengah disusun untuk jembatan sisi selatan atau sisi Kota Baru, yang menjadi bagian struktur lama dan dinilai paling kritis. Jembatan sisi utara merupakan konstruksi baru dan masih aman dilalui kendaraan kecil. Pembatasan tonase akan tetap diberlakukan hingga konstruksi ulang dapat direalisasikan.
Umi menambahkan, ke depan pengaturan lalu lintas juga akan diperketat, terutama saat akhir pekan dan libur panjang, agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di atas jembatan.
“Harapannya tidak ada kendaraan berat yang melintas, dan kendaraan kecil pun tidak berhenti di atas jembatan. Ini untuk mengurangi beban sampai perbaikan bisa dilaksanakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan