Profil Guruh Soekarnoputra dan Perjalanan Kariernya, Wafat di Usia 73 Tahun
Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Simak profil, pendidikan, perjalanan seni, penghargaan, hingga kiprahnya di DPR.
Kereta api cepat Jakarta-Bandung Whoosh. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Pakar Pelayanan Publik UMY Atik Septi Winarsih menilai rencana pemerintah memperpanjang jalur kereta cepat Whoosh hingga Banyuwangi bersifat elitis dan tidak berangkat dari kebutuhan masyarakat.
Atik yang juga dosen Ilmu Pemerintahan ini mengingatkan pemerintah sebaiknya tidak mengulangi kesalahan masa lalu, seperti pembengkakan biaya proyek KCIC Jakarta–Bandung yang membebani fiskal negara. Menurutnya, proyek besar seperti kereta cepat harus dilandasi perhitungan ekonomi matang dan transparansi pembiayaan yang ketat.
“Proyek Whoosh Jakarta–Bandung saja masih menyisakan beban hutang yang belum lunas. Mungkin dulu perhitungannya tidak terlalu cermat karena lebih banyak dorongan politis ketimbang rasional ekonomi,” kata Atik sebagaimana rilis yang diterbitkan Humas UMY.
Jika proyek tersebut dipaksa untuk dilanjutkan dengan rute yang lebih panjang. Menurutnya proyek tersebut berpotensi menjadi kebijakan elitis yang tidak didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat pengguna.
“Apabila masyarakat merasa belum membutuhkan jalur kereta cepat, maka proyek ini berisiko menjadi kebijakan elitis yang dipaksakan. Pemerintah seharusnya mendengarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar mewujudkan ambisi pejabat atau presiden,” ujarnya.
Ia menambahkan keberhasilan proyek transportasi publik tidak diukur dari kecanggihan teknologi atau panjang rutenya. Melainkan dilihat dari manfaat langsung yang dirasakan oleh masyarakat. Tanpa keberpihakan pada kepentingan publik, kebijakan tersebut hanya akan menjadi proyek simbolik tanpa nilai pelayanan.
“Dari perspektif tata kelola pelayanan publik, setiap proyek strategis harus memenuhi indikator kebermanfaatan sosial dan ekonomi yang jelas, terutama bagi warga Jawa Timur dan Banyuwangi,” katanya.
Atik membeberkan setidaknya tiga indikator penting yang perlu diperhatikan agar proyek kereta cepat Whoosh sampai Banyuwangi tidak sekadar menjadi prestise politik. Pertama, pemberdayaan tenaga kerja lokal di sepanjang jalur proyek dan kawasan sekitar stasiun.
Kedua, pemanfaatan aset dan sumber daya daerah agar keuntungan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh investor atau kontraktor dari luar. Ketiga, penetapan harga tiket yang terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah agar transportasi publik ini benar-benar inklusif.
“Kalau hanya bisa dinikmati kalangan tertentu, maka prinsip pelayanan publiknya sudah hilang,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Simak profil, pendidikan, perjalanan seni, penghargaan, hingga kiprahnya di DPR.
HP Android hilang? Google Find Hub bisa membantu melacak, mengunci, hingga menghapus data perangkat dari jarak jauh.
WNI bisa memanfaatkan bebas visa transit China hingga 240 jam. Simak syarat, durasi tinggal, dan daftar negara yang berlaku pada 2026.
Klasemen Asian Games 2026 hingga Minggu malam, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 2 emas, 5 perak, dan 17 perunggu.
Hamzah Batik Malioboro terbakar Senin dini hari. Sebanyak 12 mobil damkar, water cannon Polresta Jogja dan truk damkar TNI dikerahkan.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.