Kekurangan Murid, Pemkab Gunungkidul Gabungkan 5 SD Negeri
Lima SD Negeri di Gunungkidul resmi digabung mulai tahun ajaran 2026/2027 karena kekurangan murid. Ratusan SD lainnya juga belum memenuhi kuota siswa.
Foto ilustrasi warga miskin di Indonesia dibuat menggunakan Artifical Intelligence ChatGPT.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Angka kemiskinan di Gunungkidul turun 1,03% di tahun 2025. Diperkirakan jumlah warga miskin di Bumi Handayani mencapai 113.470 jiwa.
Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Gunungkidul, Joko Parwoto mengatakan, pemkab konsisten untuk memerangi kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul. Sejumlah program unggulan sudah digulirkan agar upaya penanggulangan dapat dioptimalkan.
Beberapa program yang dijalankan untuk penurunan kemiskinan mulai dari penguatan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA). Selain itu, juga ada program Pendidikan bertajuk Geni Seko Gunung yang bertujuan meningkatkan ketrampilan warga di atas 25 tahun.
“Program lain yang dijalankan adalah Water Access Sanitation Hygiene [WASH]. Terus ada juga fasilitasi program menu sarapan pagi bagi lansia dan penyandang disabilitas terlantar,” kata Joko, Senin (17/11/2025).
Menurut dia, program yang dijalankan sudah berdampak signifikan terhadap upaya penurunan kemiskinan di Bumi Handayani. Sebagai gambaran, angka kemiskinan di 2024 sebesar 15,18%. Namun, hasil perhitungan terkini dari Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan ada penurunan menjadi 14,15%.
“Turunnya lebih dari satu persen di tahun ini. semoga ke depannya, program penanggulangan kemiskinan di Gunungkidul bisa lebih dioptimalkan lagi,” kata Wakil Bupati Gunungkidul ini.
Meski jumlahnya terus turun dari tahun ke tahun, Joko mengakui hingga sekarang masih ada sekitar 113.470 penduduk di Bumi Handayani berstatus miskin. Pihaknya terus berupaya agar angka kemiskinan terus dapat ditekan sehingga kehidupan masyarakat sejahtera.
“Program pengentasan kemiskinan akan dioptimalkan dengan memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional [DTSEN]. Upaya lain juga dilakukan dengan memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi,” katanya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian mengatakan, prosentase penurunan angka kemiskinan di tahun ini melebihi target. Pasalnya, target yang dicanangkan hanya di kisaran 0,34% setahun, tapi hasilnya bisa lebih tinggi.
“Penurunan di tahun ini lebih dari satu persen,” kata Aldian.
Menurut dia, ada beberapa strategi untuk program pengentasan kemiskinan. Secara garis besar terbagi dalam tiga sektor, yakni pertama difokuskan untuk mewujudkan pemenuhan hak dasar, pengurangan beban hidup dan perbaikan kualitas hidup di Masyarakat.
“Tahun ini ada tujuh kapanewon yang menjadi fokus penangan meliputi Gedangsari, Semin, Saptosari, Playen. Selain itu ada Kapanewon Ponjong, Tepus dan Rongkop,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima SD Negeri di Gunungkidul resmi digabung mulai tahun ajaran 2026/2027 karena kekurangan murid. Ratusan SD lainnya juga belum memenuhi kuota siswa.
Kejagung menerbitkan tiga sprindik baru usai mengambil alih penyidikan kasus dugaan korupsi yang menyeret eks Jampidsus FA dari Polri.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Bantul menyebut, data penduduk usia sekolah tidak bisa dijadikan acuan untuk menjawab fenomena kekurangan mur
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memastikan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus diarahkan menjangkau desa-desa terpencil.
Permendag 19/2026 mewajibkan marketplace memprioritaskan produk lokal tanpa mengatur algoritma platform digital.
Intervensi lintas sektor yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Desa Ayamputih, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, mulai menunjukkan hasil.