Bahasa Inggris Wajib SD 2027, Sleman Siapkan Guru Bertahap
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.
Seorang pria sedang melakukan trekking di Objek Wisata Alam Plunyon, Kabupaten Sleman, Kamis (20/11/2025)/ Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 63.147 wisatawan mengunjungi Objek Wisata Alam (OWA) Plunyon sejak awal tahun hingga Oktober 2025. Akan tetapi jumlah itu masih tertinggal jauh dibandingkan popularitas wisata massal Kaliurang.
Kepala Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Cangkringan, Prakasita Nastiti, mengatakan rata-rata angka kunjungan selama delapan bulan sekitar 6.314 orang per bulan. Angka kunjungan paling banyak terjadi pada Mei (8.786 orang) dan Oktober (7.959 orang). Angka kunjungan paling rendah hanya 1.241 orang pada Maret.
Apabila melihat data kunjungan 2024, kunjungan pada Mei juga banyak, bahkan mencapai 13.954 orang, dan Juli 10.706 orang. Kunjungan paling sedikit di kisaran 4.000 orang terjadi pada Maret, April, dan November. Adapun retribusi masuk OWA Plunyon sebesar Rp15.000 per orang.
“Retribusi yang kami terima akan masuk ke PNBP [Penerimaan Negara Bukan Pajak],” kata Prakasita dihubungi, Kamis (20/11/2025).
Seorang runner bernama Priyo Antoro, 30, warga Piyungan, Kabupaten Bantul, mengaku baru kali pertama berkunjung ke Plunyon. Ia datang untuk mencoba trek yang ada. Selama kurang lebih 2,5 jam, ia naik turun sebanyak empat kali.
Bagi seorang runner, Plunyon punya sejumlah alternatif trek lari dengan elevasi berbeda. “Untuk trekking dan trail,” kata Priyo.
Perbandingan dengan Kaliurang
Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Kaliurang, Danang Sumbodo, mengatakan angka kunjungan di Kaliurang masih jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan Plunyon. Dalam satu bulan saja, Januari 2025, tercatat 60.382 orang mengunjungi Kaliurang.
“Kunjungan dari awal tahun ini sampai November total sudah 441.724 pengunjung. Kalau Plunyon masuk ke Taman Nasional, jadi kami tidak mengelola kunjungannya. Retribusi kan juga masuk ke RPTN,” kata Danang.
Objek Wisata Kaliurang memang merupakan wisata massal (mass tourism). Berbeda dengan OWA Plunyon yang masuk kategori wisata minat khusus. Bagi pendaki atau runner, Plunyon menawarkan trek dan pemandangan alam yang bagus.
Melalui pengamatan Harianjogja.com, sepanjang perjalanan di Plunyon memang tidak banyak wisatawan. Wisatawan yang datang kebanyakan merupakan pemuda dan berkelompok, baik untuk menjajal trek maupun hanya untuk membaca buku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.
AC Milan gagal lolos Liga Champions usai kalah 1-2 dari Cagliari pada pekan terakhir Liga Italia 2025/2026 di San Siro.
Manchester United menutup musim Liga Inggris 2025/2026 dengan kemenangan 3-0 atas Brighton dan memastikan tiket Liga Champions.
DPAD DIY mengedukasi masyarakat pentingnya arsip sebagai aset berharga dan bukti hukum melalui kampanye sadar arsip sejak dini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.