Investasi Sleman Tembus Rp931,7 Miliar, Kelistrikan Terbesar
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Seorang pria sedang melakukan trekking di Objek Wisata Alam Plunyon, Kabupaten Sleman, Kamis (20/11/2025)/ Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 63.147 wisatawan mengunjungi Objek Wisata Alam (OWA) Plunyon sejak awal tahun hingga Oktober 2025. Akan tetapi jumlah itu masih tertinggal jauh dibandingkan popularitas wisata massal Kaliurang.
Kepala Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Cangkringan, Prakasita Nastiti, mengatakan rata-rata angka kunjungan selama delapan bulan sekitar 6.314 orang per bulan. Angka kunjungan paling banyak terjadi pada Mei (8.786 orang) dan Oktober (7.959 orang). Angka kunjungan paling rendah hanya 1.241 orang pada Maret.
Apabila melihat data kunjungan 2024, kunjungan pada Mei juga banyak, bahkan mencapai 13.954 orang, dan Juli 10.706 orang. Kunjungan paling sedikit di kisaran 4.000 orang terjadi pada Maret, April, dan November. Adapun retribusi masuk OWA Plunyon sebesar Rp15.000 per orang.
“Retribusi yang kami terima akan masuk ke PNBP [Penerimaan Negara Bukan Pajak],” kata Prakasita dihubungi, Kamis (20/11/2025).
Seorang runner bernama Priyo Antoro, 30, warga Piyungan, Kabupaten Bantul, mengaku baru kali pertama berkunjung ke Plunyon. Ia datang untuk mencoba trek yang ada. Selama kurang lebih 2,5 jam, ia naik turun sebanyak empat kali.
Bagi seorang runner, Plunyon punya sejumlah alternatif trek lari dengan elevasi berbeda. “Untuk trekking dan trail,” kata Priyo.
Perbandingan dengan Kaliurang
Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Kaliurang, Danang Sumbodo, mengatakan angka kunjungan di Kaliurang masih jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan Plunyon. Dalam satu bulan saja, Januari 2025, tercatat 60.382 orang mengunjungi Kaliurang.
“Kunjungan dari awal tahun ini sampai November total sudah 441.724 pengunjung. Kalau Plunyon masuk ke Taman Nasional, jadi kami tidak mengelola kunjungannya. Retribusi kan juga masuk ke RPTN,” kata Danang.
Objek Wisata Kaliurang memang merupakan wisata massal (mass tourism). Berbeda dengan OWA Plunyon yang masuk kategori wisata minat khusus. Bagi pendaki atau runner, Plunyon menawarkan trek dan pemandangan alam yang bagus.
Melalui pengamatan Harianjogja.com, sepanjang perjalanan di Plunyon memang tidak banyak wisatawan. Wisatawan yang datang kebanyakan merupakan pemuda dan berkelompok, baik untuk menjajal trek maupun hanya untuk membaca buku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Mendagri Tito Karnavian menyebut aturan gaji kepala daerah yang berlaku sejak 2000 akan direvisi agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan kinerja daerah.
Pemkot Jogja akan menertibkan plang Jalan Malioboro yang dipasang tanpa izin resmi. Plang dekorasi tetap diperbolehkan selama bukan berfungsi sebagai rambu ja
AS menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan Iran dan delapan kapal tanker terkait dugaan skema pemerasan kapal di Selat Hormuz.
Delegasi DUN Sabah mempelajari tata kelola Keistimewaan DIY dan Dana Keistimewaan sebagai rujukan kewenangan khusus pemerintahan daerah.
Panitia Jogja Halal Festival (JHF) #3 resmi meluncurkan Jogja Halal Festival #3 Tahun 2026 di Ruang Bangsal Mataram, Lantai 2, Kantor Perwakilan Bank Indonesia