TKD Pengganti YIA Masih Mandek, Warga Temon Desak Pemkab Bergerak
Pengadaan TKD pengganti YIA di Palihan dan Glagah masih stagnan. Warga khawatir dana ganti rugi hangus jika tak segera direalisasikan.
Nelayan sedang bekerja sama mendorong kapal ke pantai, di Pantai Bugel, Senin (31/12)./Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO – Seorang nelayan dari Kapanewon Panjatan mendapati kejadian tak terduga ketika sedang menjala ikan dari tepi pantai. Nelayan bernama Salatri, warga Kalurahan Pleret, Panjatan, menemukan sesosok jasad pria tersangkut di jaringnya pada Jumat (28/11/2025) dini hari.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko, menjelaskan bahwa Salatri menjaring ikan di bagian selatan Pantai Mlarangan Asri. Awalnya ia hanya berniat mencari ikan dari bibir pantai, tanpa melaut.
“Pada saat ditarik ke darat, sesosok jenazah manusia tersangkut di jaring tersebut,” ujar Aris, Jumat (28/11/2025).
Aris menuturkan, Salatri dikenal sebagai penjaring eret, teknik menjala dari daratan sambil mengikuti ombak. Ketika jaring ditarik, Salatri merasakan beban tidak biasa hingga akhirnya diketahui bahwa jaring itu mengangkat jasad manusia.
Informasi temuan tersebut langsung diteruskan ke pihak berwenang. Tak lama kemudian, jenazah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Wates untuk proses identifikasi.
Setelah ditelusuri, Aris menyebut jasad tersebut ternyata juga seorang nelayan.
“Infonya nelayan dari Kebumen yang alami laka laut terus tenggelam,” ujarnya. Pihak keluarga pun telah datang dan membawa jenazah ke rumah duka.
Aris menambahkan, dari informasi awal, nelayan asal Kebumen itu mengalami kecelakaan laut sejak Senin lalu. Angin yang bergerak ke arah timur diduga membuat jasad korban terbawa hingga perairan Kulonprogo.
Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres Kulonprogo, IPTU Sarjoko, memastikan identitas korban.
“Jasad korban terjaring itu Sairin, beralamat Kebumen, Jawa Tengah,” terangnya. Korban telah menjalani pemeriksaan luar sebelum diserahkan kepada keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengadaan TKD pengganti YIA di Palihan dan Glagah masih stagnan. Warga khawatir dana ganti rugi hangus jika tak segera direalisasikan.
Program MBG serap 1,28 juta tenaga kerja dan libatkan ribuan UMKM. Dampaknya terasa dari dapur hingga sektor pangan nasional.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.