500 Peserta Adu Kekuatan Tarik Lokomotif 84 Ton di Balai Yasa Jogja
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Korupsi - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menargetkan peningkatan skor Monitoring Centre for Prevention (MCP) sebagai upaya memperkuat pencegahan korupsi di daerah, menyusul capaian sementara yang berada pada angka 82.
Saat ini Pemkot Jogja menduduki peringkat kedua di DIY dalam skor Monitoring Centre for Prevention (MCP), yaitu sistem pemantauan yang digunakan KPK untuk mengukur upaya pencegahan korupsi.
Inspektur Kota Jogja, Fitri Paulina menyampaikan capaian sementara MCP Kota Jogja berada di angka 82, hanya terpaut tipis 0,5 poin dari Kabupaten Bantul yang berada di posisi pertama. Sementara Sleman menyusul di posisi ketiga dengan nilai 79.
Fitri menjelaskan capaian tersebut masih bersifat sementara dan akan terus bergerak hingga penetapan resmi.
“Ini masih proses, belum final. Nilainya bergerak tiap minggu,” katanya, Senin (8/12/2025).
Penilaian MCP dilakukan melalui delapan area evaluasi, meliputi perencanaan dan penganggaran; pengadaan barang dan jasa (PBJ); penguatan APIP; pengelolaan SDM; optimalisasi pendapatan daerah; manajemen aset; pelayanan publik; dan tata kelola pemerintahan. Dia menyebut Pemkot Jogja telah berupaya melakukan langkah-langkah pencegahan korupsi dengan memenuhi beberapa indikator tersebut. Karena itu, menurutnya, dalam seluruh area tersebut Pemkot Jogja telah melebihi ambang batas penilaian yang mencapai 78 poin.
“Nilai kita 82, sudah relatif bagus, tetapi tidak boleh terlena,” katanya.
Sementara itu, Fitri menambahkan langkah pencegahan korupsi yang dilakukan Pemkot Jogja juga akan dinilai melalui Survei Penilaian Integritas (SPI) yang akan diumumkan pada Puncak Perayaan Hakordia di DIY.
“Nanti hasil akhirnya kita lihat di SPI. Informasinya akan disampaikan pada Puncak Hakordia besok pagi di Kepatihan,” katanya.
Dengan penguatan MCP sebagai kata kunci utama, Pemkot Jogja berharap hasil akhir penilaian dapat semakin meningkatkan indeks antikorupsi daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Masinis KA Argo Bromo Anggrek ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan di Bekasi. Ancaman hukuman maksimal 5 hingga 12 tahun penjara.
Pilur Gunungkidul di 31 kalurahan berlangsung aman. Lurah terpilih ditargetkan dilantik 26 November 2026 setelah tahapan administrasi selesai.
Paus Leo XIV menyerukan Eropa memperkuat peran menjaga perdamaian global dan mendorong dialog untuk menghentikan perang Rusia-Ukraina.
Defisit APBD-P Bantul 2026 membesar menjadi Rp154 miliar. Bupati Abdul Halim Muslih meminta OPD memperketat efisiensi anggaran.