Anggaran DIY Tertekan, Sultan HB X Fokuskan Program yang Berdampak Besar
Pendapatan transfer DIY dalam RAPBD Perubahan 2026 turun Rp583,77 miliar. Sultan HB X menegaskan program berdampak besar tetap menjadi prioritas.
Warga Baciro, Gondokusuman, saat melakukan panen maggot bersama, beberapa waktu lalu. Ist/ Dok. Kelurahan Baciro
Harianjogja.com, JOGJA—Minat warga Baciro, Gondokusuman, Jogja terhadap Budi Daya maggot Baciro melonjak, terlihat dari bertambahnya peserta, kotak Budi Daya swadaya. Permintaan baby maggot pada panen terakhir Bank Sampah Kelurahan Baciro.
Peningkatan terlihat dari jumlah box maggot yang dibawa para peserta. Jika pada panen pertama hingga ketiga box yang hadir hanya berasal dari fasilitas kelurahan, maka pada panen kelima mulai terlihat tambahan box swadaya dari sejumlah bank sampah.
Penambahan juga terjadi pada permintaan baby maggot. Awalnya hanya bank sampah tertentu yang memesan satu kantong, tetapi kini meningkat menjadi tiga kantong. Setiap satu kantong baby maggot setara dengan satu box Budi Daya.
“Begitu ada permohonan masuk, kami langsung berkoordinasi dengan offtaker agar baby maggot bisa disiapkan,” ujar Lurah Baciro, Sutikno, dikutip Selasa (9/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa setiap selesai panen, offtaker memang sudah menyiapkan kantong baby maggot untuk kebutuhan peserta selanjutnya.
“Semangat utama Budi Daya maggot ini adalah membantu menyelesaikan persoalan sampah organik dari rumah tangga. Melalui Budi Daya maggot, upaya reduksi sampah basah bisa lebih nyata,” kata Sutikno.
Ia menegaskan bahwa meningkatnya peserta tidak lepas dari peran Bank Sampah yang rutin memberi edukasi kepada warga soal pentingnya pengelolaan sampah. Menurutnya, keterlibatan warga dalam Budi Daya maggot bukan hanya memperkuat gerakan pengurangan sampah organik, tetapi juga membangun kebiasaan baru di rumah tangga agar lebih peduli pada lingkungan.
Dengan semakin banyak warga yang bergabung, Sutikno berharap pengelolaan sampah organik di Baciro semakin tertata dan bisa menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Jogja.
Pertumbuhan Budi Daya maggot Baciro ini menunjukkan kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendapatan transfer DIY dalam RAPBD Perubahan 2026 turun Rp583,77 miliar. Sultan HB X menegaskan program berdampak besar tetap menjadi prioritas.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.