Pilur Gunungkidul Digelar 26 September, Pemkab Minta Logistik Tuntas H-2
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Olahraga - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menegaskan komitmen peningkatan bonus atlet melalui total anggaran Rp4,4 miliar yang digelontorkan usai lonjakan perolehan medali pada Peparda dan Porda 2025.
Pemkab menggelontorkan Rp4,4 miliar untuk bonus atlet berprestasi di Kabupaten Gunungkidul. Anggaran yang dialokasikan membengkak dari perkiraan karena raihan medali di ajang Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) maupun Pekan Olahraga Daerah (Porda).
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Supriyanto mengatakan, bonus atlet berprestasi diberikan di Pantai Krakal di Kalurahan Ngestirejo, Tanjungsari, Selasa (9/12/2025) malam. Ia tidak menampik, pemberian penghargaan sempat tertunda karena anggaran yang dialokasikan belum memenuhi untuk diberikan kepada semua atlet yang meraih medali di ajang Peparda maupun Porda 2025.
“Kita jadi tuan rumah dan raihan medali melebihi target yang dicanangkan sebelum gelaran olahraga ini dilaksanakan,” kata Supri, Rabu (10/12/2025).
Dia menjelaskan, untuk alokasi bonus atlet pada awalnya hanya disediakan Rp2,2 miliar. Namun, karena target medali dalam gelaran Peparda maupun Porda melebihi yang dicanangkan, maka bonus yang diberikan ikut membengkak.
“Total yang dikucurkan untuk pemberian penghargaan Rp4,4 miliar. Anggaran berasal dari APBD dan adanya tambahan pendanaan sehingga bisa mencukupi untuk diberikan ke atlet berprestasi di Gunungkidul,” katanya.
Menurut Supri, untuk Porda menargetkan 45 medali emas dan 15 emas di Peparda. Meski demikian, setelah kedua event terselenggara, jumlah medali yang diraih kontingen Gunungkidul melebihi target. Pasalnya, di ajang Peparda meraih 29 medali emas, 13 perak, dan 29 perunggu.
Sedangkan untuk Porda mendapatkan 52 emas, 71 perak, dan 113 perunggu. “Ini prestasi membanggakan dan akhirnya bisa memberikan bonus kepada seluruh atlet di tahun anggaran yang sama,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, termasuk atlet disabilitas yang telah mengharumkan nama kabupaten di ajang Peparda maupun Porda. Prestasi yang diraih bukan hanya memberikan inspirasi bagi generasi muda Gunungkidul untuk berani bermimpi dan berjuang meraih prestasi tertinggi.
“Reward yang diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus pengakuan bahwa prestasi lahir dari disiplin, ketekunan, dan keberanian untuk terus bisa mengasah kemampuan yang dimiliki,” katanya.
Mbak Endah menegaskan komitmennya untuk terus memajukan olahraga di Gunungkidul. “Pemkab Gunungkidul berkomitmen penuh untuk memperkuat pembinaan dan memberikan fasilitas yang lebih baik ke depan sehingga bisa terus berprestasi,” katanya.
Dengan penguatan pendanaan bonus atlet ini, Pemkab menargetkan pembinaan olahraga semakin optimal dan prestasi daerah terus meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
MK menyatakan permohonan hak mempertahankan nomor HP saat berganti operator atau MNP tidak dapat diterima karena dinilai kabur.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.
Indonesia menguasai 41% produksi nikel olahan dunia. Pemerintah mendorong hilirisasi berlanjut ke ekosistem baterai.
WJNC 2026 diperpanjang dari Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan siapkan rekayasa lalu lintas.