DTSEN Dinilai Bermasalah, DPRD Jogja Minta Bansos Tak Terpaku Desil
DTSEN dinilai bermasalah karena desil warga berubah drastis. DPRD Jogja meminta bansos tetap mempertimbangkan verifikasi kondisi warga.
Kondisi permukiman warga di Desa Blang Meurandeh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, pasca terjangan banjir bandang yang menyebabkan sebagian lahan warga hilang dan berubah menjadi aliran sungai, Jumat (28/11/2025). ANTARA/ist-Dok Warga/Sudirman
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jogja menggalang bantuan uang dan barang bagi korban banjir di Sumatera yang telah terkumpul Rp434 juta dan masih terus dibuka.
Baznas Kota Jogja menggalang bantuan untuk korban banjir Sumatera. Hingga saat ini, bantuan tersebut telah mencapai ratusan juta.
Sekretaris Baznas Kota Yogyakarta, Misbahuddin, menyampaikan bantuan yang dihimpun untuk korban banjir tersebut terdiri dari bantuan uang dan barang. Hingga saat ini, bantuan berupa uang telah terkumpul Rp434.127.000. Dia pun mengaku pengumpulan bantuan tersebut masih dibuka hingga beberapa waktu mendatang.
“Penghimpunan bantuan tahap awal melalui Aparatur Urusan Mandiri (AUM) dijadwalkan berlangsung hingga akhir Desember 2025,” katanya, Kamis (11/12/2025).
Sementara itu, menurutnya, pengumpulan bantuan dari perangkat daerah, perusahaan umum daerah, dan sekolah diharapkan dapat rampung pada akhir pekan ini.
Selain itu, menurutnya, pihaknya juga menggalang bantuan dari sektor swasta dan masyarakat. Dia menyebut dari beberapa usaha kuliner di Jogja telah terkumpul bantuan mencapai Rp60 juta.
Kemudian untuk bantuan barang seperti pakaian kaos pakai telah dikirimkan ke sana beberapa waktu lalu. Menurutnya, saat ini Baznas Kota Jogja tidak lagi menerima donasi pakaian karena kebutuhan di lokasi terdampak dinilai telah mencukupi.
Sementara itu, menurutnya, bantuan yang kini lebih dibutuhkan meliputi bahan makanan dan obat-obatan.
Dia menyebut seluruh bantuan tersebut nantinya akan diakumulasikan kemudian disalurkan kepada korban banjir di Sumatera. Nantinya, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, akan menyerahkan bantuan tersebut secara langsung ke Sumatera.
“Pak Hasto jadi berangkat langsung ke Padang untuk menyerahkan bantuan tersebut. Tapi, jadwal resmi penyerahan masih menunggu informasi lebih lanjut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DTSEN dinilai bermasalah karena desil warga berubah drastis. DPRD Jogja meminta bansos tetap mempertimbangkan verifikasi kondisi warga.
Menkomdigi Meutya Hafid menerbitkan SE Nomor 4/2026. Operator seluler wajib melindungi sisa kuota dan memberi pilihan layanan kepada pelanggan
Banjir bandang Nepal menewaskan 616 orang, 2.301 terluka dan 2.500 masih hilang. Tim penyelamat terus mencari korban di perbatasan China
Labuan Bajo ditargetkan pulih dan makin tangguh pascagempa M7,7 melalui penguatan keselamatan, manajemen risiko, dan destinasi wisata darat
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Festival Mustika Rasa resmi dibuka di Alun-Alun Selatan Jogja, Sabtu (29/8/2026). Festival kuliner yang melibatkan ratusan UMKM lokal ini membawa pesan tentang