Tempe Pondoh Sleman Dipatenkan, Nyaris Diklaim Pihak Lain!
Tempe Pondoh Sleman resmi dilindungi hukum. Pernah ada upaya klaim dari luar, Pemkab kini bergerak cepat amankan warisan budaya.
Ilustrasi sampah. Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menerapkan konsep wisata minim sampah selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dengan tidak menyediakan fasilitas tambahan tempat sampah di lokasi-lokasi kerumunan.
Kebijakan tersebut dimaksudkan agar masyarakat dan pengelola tempat wisata mengelola sampah secara mandiri.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DLH Sleman, Sugeng Riyanta, mengatakan pihaknya telah menyiapkan konsep pengelolaan sampah Nataru yang dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Bupati Sleman dan akan segera diterbitkan.
Surat Edaran tersebut disusun berdasarkan imbauan Kementerian Lingkungan Hidup agar pemerintah daerah melakukan pengendalian timbulan sampah. Oleh karena itu, konsep wisata minim sampah perlu menjadi pegangan pemerintah daerah maupun pengelola destinasi wisata.
“Kami menghindari pemasangan tempat sampah, karena jika tidak dikelola dengan baik justru bisa tidak terkendali. Jika tidak terkontrol, kondisi tersebut dapat menimbulkan gangguan visual,” kata Sugeng Riyanta saat ditemui di kantornya, Rabu (17/12/2025).
Pengelolaan sampah di objek wisata sepenuhnya diserahkan kepada pengelola masing-masing lokasi. Sementara itu, DLH Sleman melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Persampahan akan berkeliling menyisir sampah yang berserakan di titik-titik kerumunan wilayah Sleman bagian barat, tengah, dan timur.
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Tamanmartani, Sendangsari, dan Donokerto dipastikan tetap beroperasi tanpa libur selama masa Nataru. Keberadaan tiga TPST tersebut diharapkan mampu menjadi solusi pengendalian timbulan sampah agar tidak terjadi penumpukan.
Sugeng juga menyebut volume sampah saat Nataru diperkirakan tidak setinggi momen libur Idulfitri. Dengan demikian, DLH Sleman optimistis pengelolaan sampah dapat tertangani dengan baik.
“TPST tidak akan kewalahan. Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, lonjakan wisatawan saat Nataru tidak signifikan,” katanya.
Selain itu, DLH Sleman terus berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata (Dispar) dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan pemantauan titik-titik kerumunan selama libur Nataru.
Sementara itu, Kepala UPTD Persampahan DLH Sleman, Singgih Budiyana, menyampaikan bahwa pihaknya tidak memiliki persiapan khusus menyambut libur Nataru. Menurutnya, petugas kebersihan UPTD dan TPST tetap bekerja dan beroperasi normal meskipun terdapat rangkaian kegiatan libur akhir tahun.
“Kami juga tidak akan menambah kantong-kantong sampah. Sampah akan kami evakuasi setelah kegiatan atau event di lokasi penyelenggaraan perayaan Nataru,” kata Singgih Budiyana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tempe Pondoh Sleman resmi dilindungi hukum. Pernah ada upaya klaim dari luar, Pemkab kini bergerak cepat amankan warisan budaya.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.