Sebelum Meninggal, Den Baguse Ngarsa Sempat Ngangkring Bersama Kakak
Keluarga mengenang Den Baguse Ngarsa sebagai sosok serius, jarang mengeluh sakit, dan sehari sebelum meninggal masih sempat ngangkring.
Foto ilustrasi buruh menerima upah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) 2026 sebesar Rp2,8 juta dan menegaskan sanksi administratif bagi perusahaan yang tidak mematuhi ketentuan upah minimum tersebut.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya UMK Kota Jogja berada di angka Rp2,6 juta. Dengan kenaikan sebesar 6,5%, standar upah minimum di Kota Pelajar kini menyentuh angka Rp2,8 juta. Penetapan ini mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi sesuai PP Nomor 49 Tahun 2026 tentang Pengupahan.
Dasar Perhitungan Kenaikan UMK
Kenaikan tersebut mengacu pada data inflasi DIY pada September 2025 yang mencapai 2,56% dan inflasi spesifik Kota Jogja sebesar 2,72%, ditambah dengan angka pertumbuhan ekonomi regional.
Hasto menjelaskan, jika merujuk pada standar International Labour Organization (ILO), upah ideal di DIY sebenarnya bisa mencapai Rp4,6 juta. Namun, penetapan upah minimum di Indonesia tetap harus mengikuti regulasi dan mekanisme nasional yang berlaku.
Pemkot Jogja menegaskan akan memberikan sanksi administratif berupa teguran bagi perusahaan yang tidak mematuhi ketentuan UMK 2026. Hasto menyebutkan bahwa sejauh ini tidak ada aduan terkait upah di bawah minimum untuk tahun 2025, namun terdapat laporan dari Ombudsman mengenai hak pekerja lainnya yang tidak dipenuhi.
“Laporan Ombudsman itu bukan soal upah di bawah UMK, tapi hak pekerja tertentu yang tidak diberikan. Sudah kami tindak lanjuti, kami tagih, dan lakukan mediasi agar perusahaan segera memberikan hak para pekerja tersebut,” tegas Hasto di Balai Kota Jogja, Rabu (24/12/2025).
Wali Kota optimistis kondisi ekonomi Kota Jogja akan terus menguat pada 2026. Ia mengklaim pertumbuhan ekonomi DIY merupakan salah satu yang tertinggi di Pulau Jawa.
“Pertumbuhan ekonomi Jogja itu nomor dua setelah DKI Jakarta. Bahkan di beberapa bulan, pertumbuhan kita bisa melampaui DKI,” ungkapnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan III tahun 2025 tercatat sebesar 5,4% (y-o-y). Angka ini merupakan yang tertinggi di Pulau Jawa jika dibandingkan dengan provinsi lain seperti Jawa Barat atau Banten.
“Ini luar biasa, karena di DIY tidak ada industri manufaktur besar seperti di Jawa Tengah atau Jawa Barat. Namun, sektor jasa dan pariwisata kita terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih baik,” pungkas Hasto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Keluarga mengenang Den Baguse Ngarsa sebagai sosok serius, jarang mengeluh sakit, dan sehari sebelum meninggal masih sempat ngangkring.
John Herdman menegaskan tidak ada perbedaan pemain lokal, diaspora, dan naturalisasi di Timnas Indonesia usai menang 2-0 atas Singapura.
Daratan Gunung Anak Krakatau kini mencapai 341,5 hektare, melampaui luas sebelum kolaps pada Desember 2018.
Adi Prayitno menilai PPP punya modal politik dari elektabilitas 3,4 persen untuk memperkuat mesin partai menuju Pemilu 2029.
Cristian Romero ditunjuk menjadi kapten baru Argentina setelah Lionel Messi pensiun dari sepak bola internasional.
Lowongan Mekanik Trans Jogja dibuka hingga 30 September 2026. Lulusan SMK dan fresh graduate bisa cek syarat serta cara daftarnya.