Kasus DBD di Bantul Turun Drastis, Dinkes Tetap Minta Warga Waspada
Kasus DBD di Bantul turun drastis jadi 35 kasus tanpa kematian. Warga diminta waspada ISPA, influenza, dan iritasi mata.
Titik longsor yang terjadi di Jalan Siluk 2 yang menghubungkan Dusun Siluk dan Dusun Srunggo. Dok Polres Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Tanah longsor melanda Jalan Siluk 2, Kabupaten Bantul, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah DIY sejak Jumat hingga Sabtu. Jalan Siluk 2 yang menghubungkan Dusun Siluk dan Dusun Srunggo.
Longsor terjadi Sabtu (27/12/2025) dini hari. Pondasi jalan di sisi timur amblas cukup parah setelah tergerus aliran air hujan yang tidak berhenti sejak sehari sebelumnya. Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, polisi memasang garis pembatas dan rambu peringatan. Masyarakat diminta menggunakan jalur alternatif dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi wilayah rawan longsor.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan peristiwa tanah longsor tersebut terjadi pada Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 03.00 WIB. Longsor mengakibatkan pondasi sisi timur jalan mengalami amblas cukup parah.
“Tanah longsor terjadi di Jalan Siluk 2 yang menghubungkan Dusun Siluk dan Dusun Srunggo. Akibat kejadian tersebut, pondasi jalan di sisi timur amblas sekitar setengah meter dengan panjang kurang lebih empat meter,” ujar Rita, Sabtu (27/12/2025).
Longsor dipicu oleh gerusan air hujan yang berlangsung terus-menerus sejak sehari sebelumnya. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, aparat kepolisian bersama pihak terkait langsung melakukan pengamanan di lokasi kejadian.
“Saat ini lokasi sudah kami pasangi garis polisi serta rambu-rambu peringatan. Untuk sementara waktu, pengguna jalan diimbau tidak melintasi sisi timur jalan tersebut demi keselamatan,” jelasnya.
Iptu Rita menambahkan, masyarakat diminta tetap waspada mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dan dapat memicu bencana susulan, khususnya di wilayah rawan longsor.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat hujan yang mengguyur hampir tanpa henti sejak Jumat hingga Sabtu telah memicu puluhan kejadian bencana di sejumlah wilayah. Kabupaten Bantul menjadi daerah terdampak paling parah dengan total 88 titik kejadian.
Berdasarkan laporan sementara BPBD DIY, dampak bencana di Bantul meliputi 79 titik pohon tumbang, 39 titik akses jalan terganggu, 25 rumah mengalami kerusakan, serta delapan titik tanah longsor. Bencana tersebut tersebar di delapan kapanewon, yakni Imogiri, Kasihan, Dlingo, Kretek, Piyungan, Sanden, Sewon, dan Srandakan.
Selain itu, sejumlah warga di wilayah Kapanewon Sanden sempat dievakuasi akibat banjir genangan yang mengganggu aktivitas dan keselamatan masyarakat.
Pihak kepolisian bersama BPBD dan instansi terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan di lokasi-lokasi terdampak, sekaligus mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalur rawan bencana selama musim hujan.
BPBD DIY melaporkan hujan berkepanjangan memicu puluhan kejadian bencana di Bantul, termasuk pohon tumbang, banjir genangan, dan longsor di sejumlah kapanewon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD di Bantul turun drastis jadi 35 kasus tanpa kematian. Warga diminta waspada ISPA, influenza, dan iritasi mata.
IRGC mengancam menyerang pangkalan musuh di Timur Tengah setelah menutup Selat Hormuz dan menyusul serangan lanjutan AS terhadap Iran
Jadwal DAMRI Bandara YIA Minggu 12 Juli 2026 lengkap dengan rute menuju Kota Jogja dan Sleman. Tarif perjalanan Rp80.000 per penumpang.
Harga emas Antam hari ini Minggu 12 Juli 2026 stabil. Emas 1 gram Rp2.655.000 dan buyback bertahan di Rp2.415.000 per gram.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 12 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Minggu 12 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.