Konser HUT Bantul Jadi Panggung 14 Musisi Lokal, UMKM Ikut Cuan
Konser Bantul Bumi Satriya menghadirkan 14 musisi lokal. Ribuan warga ikut menikmati hiburan gratis, sementara UMKM mendapat peluang tambahan pendapatan.
Lokasi longsor yang terjadi di Padukuhan Kedungrejo RT 03, Kalurahan Wonolelo, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul. Dok BPBD Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Tanah longsor susulan kembali terjadi di Padukuhan Kedungrejo RT 03, Kalurahan Wonolelo, Kapanewon Pleret, pada Rabu (7/1/2026) pagi. Material berupa tanah dan batu padas berukuran besar sempat menutup akses jalan warga.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menjelaskan longsor tersebut muncul enam hari setelah longsor pertama yang dipicu hujan deras pada Kamis (1/1/2026) malam.
“Longsor awal terjadi pada 1 Januari sekitar pukul 22.00 WIB akibat hujan dengan intensitas tinggi dan kondisi tanah yang labil. Kemudian pada Rabu pagi kemarin terjadi longsor susulan yang membawa material batu berdiameter kurang lebih dua meter,” ujar Antoni, Kamis (8/1/2026).
Akses Jalan Sempat Terputus
Material longsoran menutup jalan lingkungan yang sehari-hari digunakan masyarakat. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan rumah warga. Rumah milik Suminem yang berada paling dekat dengan titik longsor juga dilaporkan aman.
Pada peristiwa pertama, kaki jalan sudah sempat tertutup material, namun warga berhasil membuka akses melalui kerja bakti. Longsor susulan kembali menumpuk tanah dan batu sehingga warga bersama relawan harus membersihkan jalur tersebut untuk kedua kalinya.
“Saat ini warga bersama FPRB Wonolelo dan unsur terkait melakukan pembersihan. Material longsoran akan dibuang ke lahan kosong di sisi utara dan selatan lokasi,” kata Antoni.
Ukuran Longsoran Meningkat
Asesmen BPBD mencatat longsor susulan berukuran lebih besar dibanding longsor pertama.
• Longsor pertama: panjang 6 meter, tinggi 7 meter, lebar 2 meter.
• Longsor susulan: panjang 8 meter, tinggi 8 meter, lebar 3 meter.
BPBD juga menemukan sisa material di bagian atas tebing yang dinilai masih berpotensi jatuh. Rencana penanganan lanjutan akan melibatkan BPBD DIY untuk melakukan perobohan terkendali menggunakan peralatan vertical rescue dan bor khusus.
Warga Sempat Terisolasi
Sebelum pembersihan selesai, satu rumah berisi dua kepala keluarga dengan tujuh jiwa sempat terisolasi karena akses jalan tertutup. Kondisi tersebut akhirnya pulih setelah jalur kembali terbuka pada Kamis siang.
Antoni mengingatkan warga di bantaran tebing dan kawasan rawan longsor agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras. “Segera laporkan jika muncul retakan tanah atau tanda-tanda pergerakan lereng,” pesannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Konser Bantul Bumi Satriya menghadirkan 14 musisi lokal. Ribuan warga ikut menikmati hiburan gratis, sementara UMKM mendapat peluang tambahan pendapatan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.