Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Proses pegecekan terhadap tanah ambles yang ada di rumah Sujanto di Padukuhan Bolang, Girikarto, Panggang. Kamis (8/1/2026)/ Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tanah ambles di dalam rumah warga di RT 03/RW 02 Padukuhan Bolang, Panggang, Gunungkidul memaksa satu keluarga mengungsi demi keselamatan.
Dukuh Bolang, Sukirjo, menjelaskan bahwa tidak ada yang mengetahui secara pasti waktu terjadinya amblesan tersebut. Peristiwa ini baru disadari pada Rabu (7/1/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, saat pemilik rumah sedang melakukan kegiatan bersih-bersih rutin.
Kuat dugaan, tanah ambles tersebut berkaitan erat dengan hujan deras yang mengguyur wilayah Panggang selama beberapa hari terakhir, yang memicu rongga di bawah permukaan tanah (sinkhole).
“Awalnya terlihat rongga pada bagian fondasi. Setelah dicek lebih lanjut, ternyata di area dapur sudah ada rongga yang cukup besar dengan lebar enam meter, panjang empat meter, dan kedalaman sekitar tiga meter,” ungkap Sukirjo kepada wartawan, Jumat (9/1/2026).
Karena kondisi bangunan yang sangat rawan ambles susulan, Sujanto dan empat anggota keluarga lainnya tidak berani menetap. Mereka saat ini mengungsi ke rumah orang tua yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.
“Sangat rawan jika terjadi amblesan susulan. Makanya pemilik rumah segera mengungsi demi keselamatan,” tambah Sukirjo.
Warga setempat juga telah melakukan kerja bakti secara gotong royong untuk menurunkan genteng bangunan guna mengurangi beban atap. Sejumlah perabotan rumah tangga juga telah dipindahkan ke tempat pengungsian. Kejadian ini pun telah dilaporkan secara resmi ke BPBD Gunungkidul hingga BPBD DIY.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, membenarkan peristiwa tersebut. Tim reaksi cepat sudah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal terkait kondisi struktur tanah dan dampak kerusakan.
“Sudah dicek dan untuk sementara lokasi tidak boleh ditinggali karena sangat berisiko. Keluarga korban sudah berada di tempat yang lebih aman,” jelas Edy.
Selain melakukan pemantauan, BPBD Gunungkidul juga telah menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung operasional kerja bakti warga. Berdasarkan kajian awal, kerugian material akibat kerusakan bangunan ini ditaksir mencapai Rp10 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.