DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Proses pegecekan terhadap tanah ambles yang ada di rumah Sujanto di Padukuhan Bolang, Girikarto, Panggang. Kamis (8/1/2026) - Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD DIY akan melakukan kajian tanah ambles di Kalurahan Girikarto, Gunungkidul, menggunakan teknologi geo listrik untuk memastikan keamanan permukiman warga.
Hal ini disambut baik oleh Pemerintah Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Gunungkidul. Sebab, kepastian teknis terkait fenomena tanah ambles di rumah Sujanto, Padukuhan Bolang sangat dibutuhkan mengingat lokasi berada tepat di tengah permukiman padat penduduk.
Lurah Girikarto, Sumardiyono, mengungkapkan bahwa kondisi amblesan di rumah Sujanto sangat mengkhawatirkan. Pasca-kejadian pada Rabu (7/1/2026), korban beserta seluruh anggota keluarganya telah mengungsi dan mengevakuasi barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman.
“Keluarga mengungsi ke rumah orang tuanya. Barang-barang di dalam rumah juga sudah dibawa semuanya karena takut terjadi amblesan susulan yang lebih parah,” ujar Sumardiyono saat dihubungi, Jumat (9/1/2026).
Amblesan tersebut dilaporkan berada di area dapur rumah. Berdasarkan observasi awal, ditemukan rongga di bawah lantai dengan dimensi lebar enam meter, panjang empat meter, dan kedalaman mencapai tiga meter.
“Kondisi lantai keramik saat ini sudah melengkung karena kehilangan tumpuan akibat rongga di bawahnya. Ini sangat berisiko runtuh sewaktu-waktu,” tambahnya.
Pengecekan dengan Teknologi Geo Listrik
Sumardiyono menjelaskan bahwa pengecekan sejauh ini baru sebatas pengamatan manual. Oleh karena itu, BPBD DIY berencana menerjunkan tim ahli dengan teknologi Geo Listrik untuk memetakan struktur bawah tanah di lokasi kejadian.
Teknologi ini diharapkan mampu memberikan data akurat mengenai:
- Kedalaman pasti rongga bawah tanah.
- Tingkat kerentanan tanah di sekitar lokasi.
- Radius aman bagi tujuh rumah warga yang mengelilingi titik amblesan.
“Dengan pengecekan geo listrik, kita akan tahu pasti apakah kawasan tersebut masih layak untuk ditinggali atau tidak. Kepastian ini penting agar warga sekitar bisa lebih tenang,” jelasnya.
Bukan Kejadian Pertama
Berdasarkan penuturan sesepuh desa, fenomena tanah ambles di wilayah tersebut ternyata bukan pertama kali terjadi. Kejadian serupa dilaporkan pernah muncul pada era 1960-an, meskipun skala amblesan saat itu tidak separah yang terjadi sekarang. Karakteristik wilayah Gunungkidul yang merupakan kawasan karst memang dikenal memiliki potensi pembentukan lubang runtuhan (sinkhole).
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, membenarkan pihaknya telah melakukan kajian dampak awal. Selain pemantauan, bantuan logistik juga telah disalurkan untuk mendukung kerja bakti warga.
“Tim sudah di lokasi dan keluarga korban telah aman di pengungsian. Dari kajian awal, kerugian materiil akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp10 juta,” tutup Edy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m