Dapur MBG di Banguntapan Ditolak, Warga Khawatir Polusi hingga Kekeringan
Pembangunan SPPG di Karangbendo Banguntapan belum jelas. Warga menyoroti lokasi dekat permukiman dan khawatir polusi hingga kekeringan air.
Kantor BPBD Bantul./ Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan puluhan pohon tumbang di delapan kapanewon Bantul, Senin (12/1/2026) sore. Kerugian ditaksir belasan juta rupiah.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Wilayah yang terdampak meliputi Kapanewon Srandakan, Pajangan, Sedayu, Pandak, Bantul, Pleret, Piyungan, dan Sewon.
“Dampak paling banyak yaitu berupa pohon tumbang akibat hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang,” kata Antoni, Selasa (13/1/2026).
Rincian Kerusakan dan Estimasi Kerugian
Berdasarkan data terbaru BPBD Bantul, cuaca ekstrem ini mengakibatkan kerusakan pada berbagai sektor, di antaranya:
- 14 titik rumah warga.
- 9 titik akses jalan (terhambat pohon tumbang).
- 9 titik jaringan listrik.
- Fasilitas umum: Satu masjid, satu pekarangan, satu aliran sungai (akibat rumpun bambu), dan satu kandang ternak.
Total estimasi kerugian materiil akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp11,9 juta. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini.
Antoni menjelaskan, laporan awal diterima BPBD Bantul pada pukul 17.00 WIB dan tim langsung bergerak melakukan penanganan bersama unsur terkait.
“Unsur yang terlibat antara lain BPBD Bantul, Tagana, PLN, FPRB kalurahan, relawan, komunitas, lembaga terkait, serta warga setempat,” ujarnya.
Fokus penanganan dilakukan pada evakuasi pohon yang menutup akses jalan, menimpa rumah, serta mengganggu jaringan listrik. Selain evakuasi fisik, BPBD juga telah mendistribusikan bantuan logistik berupa terpal kepada warga terdampak melalui kerja sama dengan FPRB kalurahan.
“Untuk kondisi terakhir, penanganan di beberapa lokasi pohon tumbang sudah selesai dan kebutuhan terpal sudah didistribusikan,” imbuh Antoni.
Meski penanganan telah berjalan, BPBD Bantul mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah DI Yogyakarta dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau warga untuk selalu waspada dan segera melaporkan jika terjadi kejadian darurat. Koordinasi dengan pemerintah kalurahan, FPRB, dan jejaring relawan perlu terus diperkuat,” tegasnya.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak berteduh di bawah pohon saat hujan deras disertai angin kencang, serta rutin memangkas dahan pohon di sekitar rumah yang dianggap rawan tumbang demi keamanan bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan SPPG di Karangbendo Banguntapan belum jelas. Warga menyoroti lokasi dekat permukiman dan khawatir polusi hingga kekeringan air.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.