Rencana Induk Kepariwisataan Jogja 20262045 Jangan Hanya Fokus Jumlah Wisatawan
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.
Foto ilustrasi warga miskin di Indonesia dibuat menggunakan Artifical Intelligence ChatGPT.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menargetkan penurunan angka kemiskinan pada 2026 berada di kisaran 5%, melanjutkan tren penurunan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menyebut angka kemiskinan di Kota Jogja saat ini berada pada level 6,14%, atau sekitar 28.580 jiwa. Angka tersebut turun sekitar 0,1% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sejak 2023 tren kemiskinan terus menurun. Dari 6,49% turun menjadi 6,14%. Karena itu target kami pada 2026 berada pada rentang 5,26–6,25%,” ujar Hasto, Selasa (13/1/2026).
Fokus pada Pemenuhan Kebutuhan Pangan
Hasto menekankan bahwa faktor pemenuhan makanan masih menjadi penentu utama status kemiskinan. Karena itu, Pemkot Jogja memperkuat berbagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
“Jangan sampai masih ditemukan warga miskin karena persoalan keterpenuhan makanan,” ujarnya.
Untuk menjaga ketahanan pangan, Pemkot Jogja memperkuat sistem pendukung seperti food bank, sekaligus melengkapi program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar, lansia, dan ibu hamil.
Namun Hasto mengakui, semakin kecil angka kemiskinan, semakin besar pula tantangan untuk menurunkannya. Oleh sebab itu, langkah penguatan sistem dan kolaborasi menjadi kunci.
Kemiskinan Ekstrem Dituntaskan
Kepala Bappeda Kota Jogja, Agus Tri, mengatakan bahwa kategori penduduk miskin ekstrem di Kota Jogja telah berhasil ditangani pada 2025. Dari total 28.580 penduduk miskin, sebanyak 2.260 orang sebelumnya masuk kategori miskin ekstrem.
Ia menyebut capaian itu didukung sejumlah program penanggulangan kemiskinan yang berjalan tahun lalu, seperti food bank, program pemberdayaan Gandeng Gendong, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), serta berbagai intervensi lainnya.
“Untuk mempercepat penurunan kemiskinan, Pemkot Jogja akan menerapkan pendekatan strategis melalui prinsip money follow program dan refocusing anggaran pada 2026,” jelas Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.
Haul Solo ke-115 di Masjid Riyadh, Solo, berlangsung lancar. Panitia menyebut jemaah mencapai seratusan ribu orang.
Panjat tebing Indonesia gagal menambah medali dari nomor lead putra dan putri di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Eskalator Stasiun Duri mengalami gangguan dan bergerak mundur. Sebanyak 12 penumpang luka ringan dan mendapat penanganan medis.
Lisman Puja Kesuma, Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY dan Bendahara DPD Gerindra DIY meninggal pada Sabtu (3/10/2026).
Jarak pandang 600 meter membuat delapan penerbangan di Bandara SMB II Palembang tertunda, terdiri atas empat kedatangan dan empat keberangkatan.