Petani Lansia dan Lahan Minim, DPRD DIY Kritik Pertanian Stagnan
Produktivitas pertanian DIY stagnan akibat petani lansia, lahan sempit, dan minimnya regenerasi serta optimalisasi lahan.
Warga memotong pohon tumbang yang melintang di tengah jalan sebagai dampak hujan deras dan angin kencang./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah DIY pada Sabtu (17/1/2026) memicu berbagai kejadian kebencanaan, mulai dari longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan rumah warga, dengan dampak paling luas terjadi di Kabupaten Sleman.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang terjadi sejak siang hingga malam hari dan menyebabkan gangguan di sejumlah wilayah kabupaten/kota.
“Dari data sementara, kejadian paling banyak berada di Sleman dengan 91 titik terdampak, terutama di Kapanewon Pakem dan Cangkringan. Dampaknya meliputi pohon tumbang, kerusakan rumah, akses jalan terganggu, hingga jaringan listrik rusak,” kata Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata saat dikonfirmasi, Minggu (18/1/2026).
Di Sleman, BPBD mencatat 65 pohon tumbang, 11 akses jalan terganggu, tiga jaringan listrik rusak, serta 64 rumah mengalami kerusakan. Selain itu, dua mobil, dua pos ronda, tiga kandang ternak juga dilaporkan terdampak cuaca ekstrem.
Sementara itu, di Kabupaten Gunungkidul, hujan lebat berdurasi lama pada Sabtu dini hari menyebabkan tebing longsor di Giripanggung, Tepus. Longsoran tersebut mengancam tiga rumah dengan enam jiwa di dalamnya. Petugas bersama relawan telah melakukan asesmen dan penyaluran logistik, serta kerja bakti warga.
Hujan deras juga memicu longsor dan pohon tumbang di Kulonprogo. Terdapat dua titik longsor di Samigaluh dan Girimulyo, salah satunya berdampak pada saluran irigasi di tepi jalan provinsi dan menutup akses jalan desa.
Di Kapanewon Kokap, Kulonprogo, pohon tumbang menimpa rumah warga dan BPBD setempat telah menyalurkan bantuan logistik. Sementara di Kabupaten Bantul, tebing longsor di Muntuk, Dlingo, menyebabkan batu besar menutup jalan raya dan mengganggu akses transportasi.
Kota Jogja juga tidak luput dari dampak cuaca ekstrem. BPBD mencatat enam titik kejadian di Kemantren Gedong Tengen, Tegalrejo, dan Gondokusuman, berupa pohon tumbang, tanah bergerak di tebing dan talud, serta satu rumah tergenang air.
Ruruh mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat masih dapat terjadi di DIY.
“Kami mengimbau warga tetap siaga, membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon yang rawan, serta menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan lebat dan angin kencang. Pantau terus informasi dari sumber resmi,” katanya.
BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprakirakan hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi pada Minggu (18/1/2026), disertai kilat, petir, dan angin kencang yang hampir merata di seluruh wilayah DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produktivitas pertanian DIY stagnan akibat petani lansia, lahan sempit, dan minimnya regenerasi serta optimalisasi lahan.
Jadwal pemadaman listrik Jogja 16 Mei 2026 di Sleman, Kota Jogja, dan Gunungkidul. Cek lokasi terdampak dan tips antisipasi.
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengaku mendapatkan pelayanan yang sama dengan pasien umum saat menjalani perawatan di Rumah Sakit DKT
Cuaca Jogja Sabtu ini berawan dengan potensi hujan lokal. BMKG ingatkan hujan bisa turun tiba-tiba siang–sore hari.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.