Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Ilustrasi Ikan lele/Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan Pemkab Gunungkidul. Kali ini, dua Koperasi Desa Merah Putih di Kalurahan Karangrejek, Wonosari dan Genjahan, Ponjong mendapatkan bantuan 60.000 benih ikan lele untuk pengembangan usaha budidaya.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari hibah Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp645 juta yang disalurkan kepada Pemkab Gunungkidul untuk memperkuat unit usaha budidaya ikan air tawar di tingkat desa.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Purnomo Sumardamto, mengatakan bantuan diberikan dalam bentuk pembangunan kolam budidaya beserta sarana pendukungnya.
“Bantuan sudah diberikan dengan penebaran benih ikan lele. Yang mendapat bantuan ada Koperasi Desa Merah Putih Karangrejek dan Genjahan,” kata Damto, Senin (19/1/2026).
Bangun 24 Kolam Sistem Bioflok
Ia menjelaskan, bantuan mencakup pembangunan tiga paket kolam budidaya, dengan masing-masing paket terdiri atas delapan kolam berdiameter empat meter.
“Jadi, total ada 24 kolam budidaya ikan yang dibangun. Untuk model budidaya menggunakan sistem bioflok,” katanya.
Selain infrastruktur kolam, setiap kolam juga mendapat 2.500 benih ikan lele, sehingga total benih yang disalurkan mencapai 60.000 ekor untuk dua koperasi penerima.
“Selain itu, juga ada bantuan pakan, obat-obatan hingga pelatihan pengelolaan kolam,” lanjutnya.
Dukung Ketahanan Pangan dan MBG
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyambut positif bantuan tersebut. Menurutnya, program ini tidak hanya memperkuat unit usaha koperasi, tetapi juga memiliki manfaat strategis bagi pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
“Jadi ada manfaatnya karena hasil panen dapat untuk memasok kebutuhan lauk di program Makan Bergizi Gratis,” katanya.
Mbak Endah menambahkan, penerapan sistem bioflok memungkinkan pengelolaan budidaya dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Limbah hasil budidaya ikan dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk untuk tanaman sayuran.
“Tidak hanya untuk memasok Makan Bergizi Gratis, tapi juga dapat memperkuat ketahanan pangan di masyarakat dengan model pertanian terpadu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.