Kasus Kekerasan Anak di Gunungkidul Capai 50 hingga Juli
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Ilustrasi Ikan lele/Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan Pemkab Gunungkidul. Kali ini, dua Koperasi Desa Merah Putih di Kalurahan Karangrejek, Wonosari dan Genjahan, Ponjong mendapatkan bantuan 60.000 benih ikan lele untuk pengembangan usaha budidaya.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari hibah Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp645 juta yang disalurkan kepada Pemkab Gunungkidul untuk memperkuat unit usaha budidaya ikan air tawar di tingkat desa.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Purnomo Sumardamto, mengatakan bantuan diberikan dalam bentuk pembangunan kolam budidaya beserta sarana pendukungnya.
“Bantuan sudah diberikan dengan penebaran benih ikan lele. Yang mendapat bantuan ada Koperasi Desa Merah Putih Karangrejek dan Genjahan,” kata Damto, Senin (19/1/2026).
Bangun 24 Kolam Sistem Bioflok
Ia menjelaskan, bantuan mencakup pembangunan tiga paket kolam budidaya, dengan masing-masing paket terdiri atas delapan kolam berdiameter empat meter.
“Jadi, total ada 24 kolam budidaya ikan yang dibangun. Untuk model budidaya menggunakan sistem bioflok,” katanya.
Selain infrastruktur kolam, setiap kolam juga mendapat 2.500 benih ikan lele, sehingga total benih yang disalurkan mencapai 60.000 ekor untuk dua koperasi penerima.
“Selain itu, juga ada bantuan pakan, obat-obatan hingga pelatihan pengelolaan kolam,” lanjutnya.
Dukung Ketahanan Pangan dan MBG
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyambut positif bantuan tersebut. Menurutnya, program ini tidak hanya memperkuat unit usaha koperasi, tetapi juga memiliki manfaat strategis bagi pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
“Jadi ada manfaatnya karena hasil panen dapat untuk memasok kebutuhan lauk di program Makan Bergizi Gratis,” katanya.
Mbak Endah menambahkan, penerapan sistem bioflok memungkinkan pengelolaan budidaya dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Limbah hasil budidaya ikan dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk untuk tanaman sayuran.
“Tidak hanya untuk memasok Makan Bergizi Gratis, tapi juga dapat memperkuat ketahanan pangan di masyarakat dengan model pertanian terpadu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.