Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Dokter hewan Puskeswan Sanden memeriksa kondisi sapi positif PMK di Kapanewon Srandakan, Senin (13/6/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali ditemukan di Kabupaten Bantul. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mencatat belasan sapi terinfeksi berdasarkan laporan nasional kesehatan hewan.
Berdasarkan laporan Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (ISIKHNAS) per Senin (19/1/2026), tercatat sebanyak 14 kasus sapi tertular PMK di wilayah Bantul. Kasus tersebut diketahui mulai muncul sejak awal Januari 2026.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Bantul, Novriyeni, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah mitigasi guna mencegah penyebaran penyakit semakin meluas.
“Di laporan ISIKHNAS per hari ini sudah ada 14 kasus sapi yang tertular PMK,” kata Novriyeni, Senin (19/1/2026).
Sebagai langkah awal, DKPP Bantul telah mengirimkan surat imbauan kewaspadaan kepada seluruh kapanewon dan kalurahan. Selain itu, DKPP juga menyiapkan program vaksinasi PMK tahap I yang akan dilaksanakan pada Januari hingga Maret 2026 dengan target 6.000 dosis.
Untuk menekan potensi penyebaran, pengawasan difokuskan pada lokasi dan aktivitas yang dinilai berisiko tinggi.
“Pengawasan juga kami optimalkan di Pasar Hewan Imogiri serta pada lalu lintas ternak antar daerah, karena titik-titik tersebut berisiko menjadi jalur penyebaran,” ujarnya.
PMK diketahui sebagai penyakit hewan menular yang disebabkan oleh virus dan menyerang hewan berkuku belah. Penyakit ini ditandai dengan lepuh berisi cairan di mulut, lidah, gusi, kaki, dan puting susu, yang menyebabkan hewan menjadi lesu, pincang, tidak mau makan, serta menurunnya produksi susu dan daging.
"Penularannya sangat cepat melalui kontak langsung antar hewan, manusia, alat transportasi, atau produk ternak yang terinfeksi," terang Novriyeni.
Di tingkat peternak, langkah antisipasi juga terus diperketat. Awal Aryadi, peternak sapi di Kandang 45, Depok, Bantul, menyebut hingga kini belum ada ternaknya yang terpapar PMK.
"Sampai sekarang di kandang kami belum ada sapi yang terkena PMK. Untuk antisipasi, kami mengikuti arahan dari dinas,” kata Awal.
Ia menjelaskan, upaya pencegahan dilakukan dengan menerapkan biosekuriti ketat, menjaga kebersihan kandang, melakukan desinfeksi secara rutin terhadap kandang dan peralatan, serta menerapkan surveilans berbasis risiko untuk deteksi dini PMK. Pengawasan juga diperkuat terhadap aktivitas pasar hewan yang berpotensi menjadi sumber penularan.
DKPP Bantul mengimbau para peternak untuk segera melapor apabila menemukan gejala PMK pada ternaknya agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan penularan dapat dicegah sejak dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.