Sampah Rumah Tangga Naik, Pembangunan PSEL Bantul Masih Mandek
Proyek PSEL Bantul belum berjalan karena dana Danantara belum turun saat volume sampah rumah tangga terus meningkat.
Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Harianjogja.com, BANTUL—Puluhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bantul telah melayani kebutuhan gizi anak, namun sebagian besar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai jaminan kelayakan pengolahan makanan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul menilai sertifikasi higiene sanitasi menjadi benteng utama untuk mencegah risiko gangguan kesehatan, terutama potensi keracunan pangan dari menu MBG yang dikonsumsi setiap hari. Standar ini memastikan seluruh tahapan pengolahan, mulai dari bahan baku hingga distribusi, memenuhi kaidah kesehatan.
Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widiyantara, menyampaikan bahwa hingga akhir 2025 terdapat 87 SPPG di wilayah Bantul. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 unit sudah beroperasi, namun baru sebagian yang berhasil menuntaskan sertifikasi.
“Dari 87 itu yang sudah beroperasi sudah ada sekitar 60-an. Dan yang sudah mempunyai SLHS itu ada 27 SPPG,” katanya, Selasa (20/1/2026).
Melihat kondisi itu, Dinkes Bantul mendorong pengelola SPPG yang belum bersertifikat agar segera melengkapi seluruh persyaratan administratif maupun teknis. Upaya ini dinilai penting untuk menjamin proses pengolahan makanan berjalan aman, higienis, dan sesuai standar kesehatan.
“Untuk SPPG yang lainnya juga masih proses. Semoga nanti bisa segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul, Syamsu Aryanto, menjelaskan bahwa penerbitan SLHS tidak dapat dilakukan secara instan. Terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui, mulai dari pelatihan keamanan pangan hingga pemeriksaan laboratorium terhadap aspek sanitasi.
“Kalau yang pelatihan keamanan pangan hampir semuanya sudah. Yang lainnya masih proses untuk perbaikan di beberapa syaratnya,” ujarnya.
Proses berlapis tersebut menjadi bagian dari penguatan kualitas layanan MBG di Bantul, terutama dalam memastikan setiap SPPG benar-benar siap secara teknis sebelum melayani distribusi makanan bergizi kepada anak-anak di berbagai wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Proyek PSEL Bantul belum berjalan karena dana Danantara belum turun saat volume sampah rumah tangga terus meningkat.
Niat mulia masyarakat untuk mengangkat anak perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap prosedur dan ketentuan yang berlaku agar hak-hak anak tetap terlindungi se
Embarkasi haji berbasis hotel di DIY diklaim sukses tanpa keluhan krusial. Sistem ini disebut lebih nyaman dan efisien bagi jemaah.
Google resmi memperkenalkan Gemini Spark, AI agent terbaru yang dapat bekerja otomatis 24 jam tanpa terus menerima perintah pengguna.
Pembayaran ganti rugi tol Jogja-Kulon Progo di Bantul kembali cair Rp57,08 miliar untuk 53 bidang tanah di Argomulyo Sedayu.
Moh Zaki Ubaidillah lolos ke perempatfinal Malaysia Masters 2026 usai menang dramatis, sementara Bobby/Melati tersingkir di 16 besar.