Skrining Kesehatan Sekolah di Bantul Ungkap Masalah Gigi dan Mental
Dinkes Bantul menemukan banyak pelajar mengalami karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gejala gangguan mental.
Petugas Damkarmat BPBD Bantul berupaya memadamkan api yang membakar lahan di Dusun Paten RT 01, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, Senin (4/9/2023). - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) di Kabupaten Bantul masih menghadapi keterbatasan sumber daya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat kekurangan sekitar 60 personel untuk mengoptimalkan jangkauan pelayanan di seluruh wilayah kabupaten.
Kepala Bidang Damkarmat BPBD Bantul, Irawan Kurnianto, mengatakan selain persoalan personel, pihaknya juga mengusulkan penambahan dua pos Damkarmat baru di wilayah Srandakan dan Dlingo. Jika terealisasi, keberadaan pos tersebut akan melengkapi tujuh pos Damkarmat yang saat ini telah beroperasi di Bantul.
“Dengan dibukanya Jalur Jalan Lintas Selatan, keberadaan pos tambahan akan mempercepat waktu tanggap apabila terjadi insiden di wilayah tersebut,” ujar Irawan, Rabu (21/1/2026).
Menurutnya, karakter wilayah Bantul yang beragam, mulai dari kawasan pesisir hingga perbukitan, menuntut dukungan personel dan sarana yang memadai agar layanan Damkarmat dapat berjalan optimal dan merata.
Irawan mengakui keterbatasan anggaran di tingkat kabupaten menjadi kendala utama dalam pemenuhan kebutuhan tersebut. Karena itu, BPBD Bantul berharap adanya dukungan dari Pemerintah Daerah DIY, khususnya untuk pembangunan dua pos Damkarmat beserta armadanya.
Selain mengandalkan dukungan daerah, BPBD Bantul juga mengajukan permohonan hibah dan bantuan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terutama untuk pemenuhan peralatan Damkarmat yang disesuaikan dengan kondisi geografis Bantul.
“Harapannya, dengan dukungan dari berbagai pihak, layanan Damkarmat di Bantul bisa semakin cepat dan merata, sehingga risiko kerugian akibat kebakaran maupun kejadian darurat lainnya dapat ditekan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul menemukan banyak pelajar mengalami karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gejala gangguan mental.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Harga pangan nasional hari ini menunjukkan cabai rawit merah Rp78.500/kg, telur Rp33.950/kg. Simak daftar lengkap harga terbaru dari PIHPS.
Momen haru terjadi usai sidang tuntutan Nadiem Makarim. Ia merangkul sopir ojol yang datang memberi dukungan di Pengadilan Tipikor.
Satpol PP Bantul menertibkan puluhan spanduk dan rontek liar yang dipasang melintang di jalan dan dekat lampu lalu lintas.
Meta memakai AI untuk mendeteksi akun anak di bawah 13 tahun di Facebook dan Instagram tanpa verifikasi dokumen.