Tekan Pengangguran, Padat Karya Digelar di 65 Titik di Gunungkidul
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
Kondisi Alun-Alun Wonosari di depan Kantor Pemkab Gunungkidul, Senin (6/11/2023).(Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari sisi barat Alun-Alun Wonosari ke kawasan Taman Kuliner mendapat sambutan hangat dari pedagang lama. Kesepakatan ini dinilai menjadi solusi penataan kawasan sekaligus membuka peluang ekonomi bersama.
Ketua Paguyuban Pedagang Taman Kuliner Blok Utara, Merino, menyatakan para pedagang menerima kehadiran PKL karena memiliki nasib dan tujuan yang sama.
“Kami bisa menerima karen sama-sama mencari rejeki,” kata Merino kepada wartawan, Rabu (21/1/2026) sore.
Menurutnya, penerimaan tersebut juga dilandasi pengalaman serupa yang pernah dialami pedagang Taman Kuliner saat direlokasi lebih dari satu dekade lalu.
“Satu dekade lalu, kami juga dipindah untuk menempati Taman Kuliner. Sekarang sudah nyaman dan bisa berusaha dengan tenang,” ungkapnya.
Merino berharap pedagang lama dan PKL yang baru direlokasi dapat saling bekerja sama agar kawasan Taman Kuliner semakin hidup dan ramai pengunjung.
“Kita bisa saling membaur dengan berusaha bersama-sama di Taman Kuliner. Mudah-mudahan kunjungannya bisa semakin ramai,” katanya.
Kesepakatan relokasi tercapai dalam audiensi antara PKL Pawonsari dan Pemkab Gunungkidul di Kantor Setda Gunungkidul, Selasa (20/1/2026). Hampir seluruh pedagang menyatakan bersedia pindah.
“Hari ini ada audiensi dengan pihak pemkab dan sudah ada kesepakatan dan hampir 90% Pedagang Pawonsari mau menerima relokasi,” kata Penasihat PKL Pawonsari, Arif Yuniarasa, Selasa sore.
Arif menjelaskan, para pedagang akan menempati lapangan tenis yang akan dialihfungsikan sebagai perluasan Taman Kuliner, bukan dipindahkan ke Pasar Besole, Kalurahan Baleharjo.
“Kami siap menempati lokasi perluasan Taman Kuliner di lapangan tenis. Rencananya, dalam waktu dekat pemkab membangun lokasi perluasan tersebut,” ujarnya.
Sembari menunggu pembangunan rampung, PKL ditempatkan sementara di kawasan Taman Kota yang bersebelahan dengan Taman Kuliner.
“Jadi masih di luar atau di pinggir jalan. Nanti, setelah area perluasan selesai dibangun, para pedagang akan pindah ke dalam,” jelas Arif. Aktivitas di lokasi sementara dijadwalkan dimulai Minggu (25/1/2026).
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Gunungkidul, Chairul Agus Mantara, menegaskan relokasi ini menjadi solusi penataan PKL di Alun-Alun Wonosari.
“Sementara masih dibangun [perluasan Taman Kuliner], maka para PKL akan menempati di kawasan Taman Kota yang bersebelahan dengan Taman Kuliner,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
Bupati Sleman Harda Kiswaya menilai konsultan pajak berperan penting mendampingi wajib pajak dan mendukung optimalisasi pendapatan negara.
Wayah Dalem HB X, RM Drasthya Wironegoro, mengajak generasi muda belajar aksara Jawa dalam Setu Sinau di kawasan Malioboro.
Putra Mahkota Arab Saudi menyampaikan kekhawatiran kepada Donald Trump terkait laporan rencana serangan besar-besaran AS terhadap Iran.
Bank Bantul memeriahkan BCE 2026 dengan layanan perbankan, hiburan, dan dukungan bagi UMKM serta literasi keuangan masyarakat.
Airbus A380 Emirates akan perdana mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada 8 Agustus 2026 untuk mendukung tur pramusim Chelsea vs AC Milan.