Harga Cabai Rawit di Gunungkidul Naik Lagi, Tembus Rp80.000
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Kondisi Alun-Alun Wonosari di depan Kantor Pemkab Gunungkidul, Senin (6/11/2023).(Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari sisi barat Alun-Alun Wonosari ke kawasan Taman Kuliner mendapat sambutan hangat dari pedagang lama. Kesepakatan ini dinilai menjadi solusi penataan kawasan sekaligus membuka peluang ekonomi bersama.
Ketua Paguyuban Pedagang Taman Kuliner Blok Utara, Merino, menyatakan para pedagang menerima kehadiran PKL karena memiliki nasib dan tujuan yang sama.
“Kami bisa menerima karen sama-sama mencari rejeki,” kata Merino kepada wartawan, Rabu (21/1/2026) sore.
Menurutnya, penerimaan tersebut juga dilandasi pengalaman serupa yang pernah dialami pedagang Taman Kuliner saat direlokasi lebih dari satu dekade lalu.
“Satu dekade lalu, kami juga dipindah untuk menempati Taman Kuliner. Sekarang sudah nyaman dan bisa berusaha dengan tenang,” ungkapnya.
Merino berharap pedagang lama dan PKL yang baru direlokasi dapat saling bekerja sama agar kawasan Taman Kuliner semakin hidup dan ramai pengunjung.
“Kita bisa saling membaur dengan berusaha bersama-sama di Taman Kuliner. Mudah-mudahan kunjungannya bisa semakin ramai,” katanya.
Kesepakatan relokasi tercapai dalam audiensi antara PKL Pawonsari dan Pemkab Gunungkidul di Kantor Setda Gunungkidul, Selasa (20/1/2026). Hampir seluruh pedagang menyatakan bersedia pindah.
“Hari ini ada audiensi dengan pihak pemkab dan sudah ada kesepakatan dan hampir 90% Pedagang Pawonsari mau menerima relokasi,” kata Penasihat PKL Pawonsari, Arif Yuniarasa, Selasa sore.
Arif menjelaskan, para pedagang akan menempati lapangan tenis yang akan dialihfungsikan sebagai perluasan Taman Kuliner, bukan dipindahkan ke Pasar Besole, Kalurahan Baleharjo.
“Kami siap menempati lokasi perluasan Taman Kuliner di lapangan tenis. Rencananya, dalam waktu dekat pemkab membangun lokasi perluasan tersebut,” ujarnya.
Sembari menunggu pembangunan rampung, PKL ditempatkan sementara di kawasan Taman Kota yang bersebelahan dengan Taman Kuliner.
“Jadi masih di luar atau di pinggir jalan. Nanti, setelah area perluasan selesai dibangun, para pedagang akan pindah ke dalam,” jelas Arif. Aktivitas di lokasi sementara dijadwalkan dimulai Minggu (25/1/2026).
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Gunungkidul, Chairul Agus Mantara, menegaskan relokasi ini menjadi solusi penataan PKL di Alun-Alun Wonosari.
“Sementara masih dibangun [perluasan Taman Kuliner], maka para PKL akan menempati di kawasan Taman Kota yang bersebelahan dengan Taman Kuliner,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.