Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Wisatawan memadati kawasan Jalan Malioboro, Jogja. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Bencana banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara berdampak langsung terhadap arus kunjungan wisata ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kondisi tersebut terasa signifikan karena wisatawan asal Sumatera selama ini menjadi salah satu kontributor utama kunjungan wisata ke Jogja.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo, menyebut dalam kondisi normal wisatawan dari Pulau Sumatera menyumbang sekitar 10–15 persen dari total kunjungan wisata ke Jogja. Persentase tersebut dinilai cukup besar dibandingkan daerah lain. “10 sampai dengan 15 persen dari Sumatera, itu tinggi sekali,” ujarnya, Senin (26/1/2026).
Namun, bencana banjir besar yang terjadi pada November 2025 lalu membuat kunjungan wisatawan asal Sumatera praktis terhenti, terutama pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Deddy mengungkapkan, tidak ada wisatawan dari Sumatera yang datang ke Jogja pada periode tersebut. “Dulu dari Padang sering datang ke sini, kemarin nol,” katanya.
Upaya industri perhotelan di DIY untuk menarik kembali wisatawan Sumatera sebenarnya telah dilakukan, termasuk dengan menawarkan berbagai promo khusus. Namun, kondisi bencana alam di daerah asal wisatawan membuat strategi tersebut belum membuahkan hasil optimal.
“Ya bismillah, harapan kita semoga bencana-bencana itu sudah enggak ada, karena bencana itu juga menurunkan okupansi,” paparnya.
Memasuki periode pasca-Nataru, industri pariwisata DIY kini kembali berada dalam fase low season yang berlangsung sejak pertengahan Januari hingga awal Maret. Meski demikian, Deddy menilai tingkat okupansi hotel di Jogja masih berada pada level yang relatif aman.
Pada periode low season ini, tingkat hunian hotel di DIY tercatat berada di kisaran 50–60 persen. Angka tersebut dinilai masih cukup baik jika dibandingkan dengan daerah lain.
“Januari low sampai Februari low. Terlebih Februari, karena menjelang puasa sampai Maret. Tapi tingkat huniannya masih lumayan. Daerah PHRI lain justru sudah mengeluh sejak Januari, terutama luar Jawa, bahkan Jawa Timur juga,” ungkapnya.
Di tengah low season, adanya momentum libur panjang akhir pekan tetap mampu mendongkrak okupansi hotel. Salah satunya terjadi pada libur Isra’ Mi’raj beberapa waktu lalu.
“Pada libur Isra’ Mi’raj kemarin okupansi hotel cukup tinggi, 70 sampai 90 persen,” ujarnya.
Momentum tersebut dimanfaatkan pelaku industri perhotelan untuk melakukan pembenahan internal, mulai dari peningkatan kualitas hospitality, perbaikan fasilitas, hingga penguatan sumber daya manusia (SDM). Menurut Deddy, langkah ini penting agar industri pariwisata DIY tetap kompetitif di tengah persaingan antardestinasi.
“Kita harus introspeksi kalau tidak mau tenggelam. Sekarang semua destinasi berlomba-lomba memperbaiki diri,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Agustus 2026 lengkap dengan layanan SIMMADE, Simenor Ngabuburit, MPP, Satpas, dan biaya perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Keliling dan Samsat Keliling malam di SSA Bantul Agustus 2026 lengkap dengan syarat perpanjangan SIM dan layanan PKB tahunan.
Jadwal perpanjangan SIM Jogja Agustus 2026 melalui SIM Keliling, Drive Thru MPP, dan Satpas lengkap dengan syarat, biaya, serta lokasinya.
Jadwal perpanjangan SIM Sleman Agustus 2026 di Satpas, MPP, SCH, dan SIMMADE lengkap dengan syarat, lokasi, dan jam pelayanan.
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.