Atasi Sampah Sungai, Kota Jogja Siapkan Patroli Perahu dan CCTV
Pemkot Jogja membentuk patroli sungai, memasang CCTV dan lampu untuk menindak pembuangan sampah liar di Sungai Code dan Gajah Wong.
Depo Sampah Mandala Krida - Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Larangan pembuangan sampah organik ke TPST Piyungan sejak awal tahun ini berdampak pada munculnya tumpukan sampah di sejumlah pasar rakyat, termasuk Pasar Rakyat Kita Jogja. Kondisi tersebut mendorong Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja mempercepat penguatan sistem pengolahan sampah di masing-masing pasar.
Upaya penanganan dilakukan dengan mengoptimalkan pengolahan sampah langsung di sumbernya, yakni di lingkungan pasar, guna menekan volume sampah harian yang sempat melonjak pascapenutupan TPST Piyungan.
Kepala Bidang Pasar Rakyat Disdag Kota Jogja, Gunawan Nugroho, menuturkan bahwa setelah penutupan TPST Piyungan, penumpukan sampah sempat terjadi di hampir seluruh pasar rakyat di Kota Jogja. Saat itu, volume sampah pasar mencapai sekitar 25 ton per hari, dengan dominasi sampah organik.
Sebagian besar sampah tersebut berupa sisa sayuran dan buah yang sudah membusuk, sehingga menimbulkan persoalan tersendiri dalam proses pengolahan. Gunawan menjelaskan, tidak semua metode pengolahan sampah yang selama ini diterapkan dapat digunakan untuk menangani jenis sampah tersebut.
Menurutnya, sampah buah dan sayur yang telah membusuk memiliki tingkat keasaman tinggi, sehingga tidak cocok diolah menggunakan maggot maupun metode eco enzyme.
“Kalau [sampah organik buah dan sayur busuk] dikasih ke maggot, maggotnya mati [karena kadar asam tinggi]. Kalau dibuat eco enzyme kurang bagus karena sudah membusuk [sampah],” katanya, Selasa (27/1/2026).
Meski demikian, kondisi penumpukan tersebut tidak berlangsung lama. Disdag Kota Jogja bersama para pedagang pasar kemudian melakukan langkah cepat dengan mengolah sampah secara mandiri di masing-masing pasar rakyat untuk menekan timbulan sampah harian.
Gunawan mengungkapkan, metode yang diterapkan antara lain melalui pembuatan lubang sampah dan sistem biopori. Hingga kini, sebanyak 76 titik biopori telah tersebar di 18 pasar rakyat di Kota Jogja, yang dinilai efektif mengurangi volume sampah organik.
Selain itu, pengolahan sampah juga dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) yang tersedia. Melalui fasilitas tersebut, sampah pasar yang dapat diolah mencapai sekitar 20 ton per hari.
“Kami masih menyisakan residu [sampah] sekitar 5 ton per hari. Ini sudah banyak teredukasi melalui berbagai metode pengolahan di TPS3R,” katanya.
Untuk mengoptimalkan pengolahan sampah, Disdag Kota Jogja juga mendorong pedagang pasar agar melakukan pemilahan sampah secara mandiri sejak awal, terutama antara sampah organik dan anorganik. Langkah ini dinilai penting agar proses pengolahan berjalan lebih efektif dan tidak menimbulkan persoalan baru di lokasi pembuangan.
“Kalau tidak dipilah [sampah] cuma memindahkan masalah dari pasar ke tempat pembuangan. Kalau tidak dipilah tidak efektif [pengolahan sampahnya],” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja membentuk patroli sungai, memasang CCTV dan lampu untuk menindak pembuangan sampah liar di Sungai Code dan Gajah Wong.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.