Training Ground PSS Sleman Dinilai Bisa Dongkrak Kualitas Tim
Manajer PSS Sleman Agus Purwoko menilai training ground penting untuk meningkatkan kualitas dan prestasi Super Elja. Ini perkembangannya.
Mobil rusak akibat kecelakaan beruntun di Jalan Magelang, Kapanewon Tempel yang terjadi pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB./Istimewa -- Polresta Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Arus lalu lintas di Jalan Magelang, Kapanewon Tempel, sempat terganggu seusai kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan pada Rabu (28/1/2026) sore, menyebabkan sejumlah pengemudi dan penumpang mengalami luka ringan hingga sedang.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung ditangani aparat Polresta Sleman. Insiden ini melibatkan lima mobil dan satu sepeda motor, dengan kerusakan materiel pada seluruh kendaraan yang terlibat.
Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, menjelaskan kecelakaan tersebut melibatkan lima unit kendaraan roda empat serta satu sepeda motor yang hingga kini belum diketahui identitas pengendaranya.
"Kecelakaan tersebut melibatkan lima unit kendaraan roda empat serta satu sepeda motor yang hingga kini belum diketahui identitas pengendaranya," terang Salamun pada Kamis (29/1/2026).
Lima kendaraan roda empat itu meliputi Toyota Innova yang dikemudikan MA, Suzuki pikap dikemudikan MB, Suzuki Carry dikemudikan AD, Toyota Avanza dikemudikan AW, serta satu unit Suzuki pikap lain yang dikemudikan JA.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, kecelakaan bermula ketika Suzuki pikap yang dikemudikan MB dan Suzuki Carry yang dikemudikan AD melaju dari arah utara menuju selatan, lalu berhenti untuk melakukan putar balik di Jalan Magelang.
"Kendaraan Toyota Innova yang dikemudikan MA yang berada di belakang diduga tidak dapat mengantisipasi jarak aman sehingga menabrak Suzuki Carry tersebut dan mendorongnya ke kendaraan di depannya," terang Salamun.
Pada saat yang bersamaan, dari arah berlawanan melaju Suzuki pikap yang dikemudikan JA, Toyota Avanza yang dikemudikan AW, serta sebuah sepeda motor yang belum diketahui identitasnya.
"Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan beruntun pun tidak dapat dihindari hingga melibatkan seluruh kendaraan tersebut," tandasnya.
Akibat kejadian ini, beberapa pengemudi dan penumpang mengalami luka ringan hingga sedang. Seluruh korban mendapatkan perawatan medis secara rawat jalan di RSUD Sleman.
"Tidak terdapat korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut," tuturnya.
Selain korban luka, kecelakaan beruntun ini juga menimbulkan kerusakan pada seluruh kendaraan yang terlibat. Estimasi total kerugian materiel mencapai sekitar Rp160 juta.
Petugas Satlantas Polresta Sleman bersama jajaran Polsek Tempel segera melakukan pengamanan TKP, evakuasi korban, pengamanan barang bukti kendaraan, pengumpulan keterangan saksi, serta penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
"Polresta Sleman mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman antar kendaraan, mematuhi rambu lalu lintas, serta memastikan kelengkapan surat dan kondisi kendaraan demi keselamatan bersama," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Manajer PSS Sleman Agus Purwoko menilai training ground penting untuk meningkatkan kualitas dan prestasi Super Elja. Ini perkembangannya.
BPS menjelaskan desil DTSEN sebagai posisi relatif kesejahteraan keluarga, bukan ukuran mutlak kemiskinan, pendapatan, atau kekayaan.
Taman Budaya Sleman telah PHO pada 20 Juli 2026. Pemkab Sleman mengusulkan Danais Rp18 miliar untuk pembangunan lanjutan 2027.
Kulonprogo membangun irigasi perpipaan gravitasi senilai Rp485 juta untuk mengatasi krisis air sawah padi di wilayah perbukitan.
DPR menilai penindakan TPPO modus pengantin pesanan penting untuk melindungi korban dan mencegah eksploitasi serta kekerasan.
DPRD Sleman berharap investasi kereta gantung Prambanan Rp200 miliar menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan UMK masyarakat.