Terungkap! Istri Gorok Leher Suami di Bantul, Dipicu Chat Selingkuh
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Pedagang tengah melayani pembeli di Pasar Bantul, Kamis (29/1/2026). Harga sayuran di Bantul turun drastis akibat panen raya yang membuat stok berlimpah. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Harga sayuran di Pasar Bantul mengalami penurunan tajam akibat panen raya serentak di kawasan Pantai Samas, kondisi yang justru memukul omzet pedagang karena daya beli masyarakat belum ikut terdongkrak.
Lonjakan pasokan membuat sejumlah komoditas hortikultura membanjiri lapak pedagang, sehingga harga tertekan dalam waktu bersamaan, sementara aktivitas belanja warga terpantau belum meningkat signifikan.
Rahmi, pedagang sayur di Pasar Bantul, mengatakan hampir seluruh komoditas sayuran turun harga karena panen terjadi bersamaan di Pantai Samas.
“Sayur-sayuran turun semua. Soalnya panen bareng, jadi banyak sekali barangnya. Akhirnya murah tapi nggak laku,” katanya, Kamis (29/1/2026).
Penurunan harga sayuran di Pasar Bantul tergolong drastis. Kacang panjang yang sebelumnya dijual sekitar Rp10.000 per kilogram kini merosot menjadi Rp4.000 per kilogram. Tomat yang semula Rp15.000 turun menjadi Rp7.000 per kilogram, sedangkan buncis dari Rp12.000 kini hanya Rp6.000 per kilogram.
“Kalau panen raya itu memang murah sekali. Masalahnya pembeli juga sepi, karena semua orang punya barang yang sama,” ujar Rahmi.
Di tengah turunnya harga sayuran, komoditas cabai rawit merah justru bergerak berlawanan arah. Harga cabai rawit merah saat ini mencapai Rp58.000 per kilogram, hampir dua kali lipat dibanding harga normal yang berkisar Rp30.000–Rp32.000 per kilogram.
Kenaikan harga cabai tersebut, menurut Rahmi, membuat sebagian pembeli menahan belanja.
“Makanya sekarang sepi, cabainya mahal,” tambahnya.
Rahmi menyebut, pada periode puasa tahun sebelumnya harga relatif stabil tanpa perubahan signifikan. Namun pada tahun ini, meski harga berbagai sayuran sudah turun jauh akibat panen raya, minat beli masyarakat belum menunjukkan peningkatan yang berarti.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Zona Paramitha, mengakui adanya peningkatan stok pada sejumlah komoditas sayuran yang memicu penurunan harga di Pasar Bantul.
Meski harga sayuran anjlok, Zona memastikan ketersediaan stok pangan di Bantul dalam kondisi aman. Ia menambahkan, untuk komoditas bawang merah dan bawang putih, harga masih relatif stabil di kisaran Rp30.000–Rp34.000 per kilogram.
"Untuk stok kami pastikan aman, hanya beberapa harga sayur saja yang turun akibat stok sangat banyak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.