Kasus DBD di Bantul Turun Drastis, Dinkes Tetap Minta Warga Waspada
Kasus DBD di Bantul turun drastis jadi 35 kasus tanpa kematian. Warga diminta waspada ISPA, influenza, dan iritasi mata.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dua warga Dusun Banyakan, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, ditemukan meninggal dunia diduga akibat tersengat aliran listrik di rumah mereka pada Senin pagi (2/2/2026). Polisi masih mendalami penyebab pasti insiden tersebut.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB dan menimpa pasangan suami-istri berinisial AR (56) dan SW (44). Keduanya ditemukan tergeletak di bagian belakang rumah dengan posisi masih memegang kawat jemuran.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan kejadian bermula ketika SW menjemur pakaian menggunakan bentangan kawat di belakang rumah.
“Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula saat korban SW menjemur pakaian di bagian belakang rumah menggunakan bentangan kawat,” kata Rita, Senin (2/2/2026).
Pada waktu yang hampir bersamaan, salah satu saksi yang berada di kamar mandi mendengar teriakan minta tolong dari keluarga korban. Saksi kemudian menuju sumber suara dan mendapati kedua korban sudah tergeletak di lantai.
Tak lama kemudian, saksi lain yang melintas di depan rumah turut mendengar teriakan agar aliran listrik segera dimatikan. Saksi tersebut langsung mematikan meteran listrik yang berada di bagian depan rumah korban.
“Setelah itu, saksi memanggil warga lain yang berprofesi sebagai ASN penata anestesi di RS Panembahan Senopati untuk membantu memeriksa kondisi korban,” ujar Rita.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, kedua korban diduga telah meninggal dunia. Untuk memastikan kondisi medis, jenazah kemudian dibawa ke RSU Rajawali Citra, Banguntapan, Bantul. Hasil pemeriksaan medis memastikan keduanya telah meninggal dunia.
Polisi menduga kuat insiden tersebut dipicu sengatan listrik dari kawat jemuran yang teraliri arus.
“Kami masih melakukan pendalaman, namun sementara diduga korban tersengat aliran listrik,” ucap Rita.
Polres Bantul mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya listrik di lingkungan rumah, terutama pada instalasi terbuka seperti kawat jemuran yang berdekatan dengan sumber arus listrik, sembari menunggu hasil pendalaman lebih lanjut terkait penyebab pasti insiden sengatan listrik di Piyungan tersebut.
Meta deskripsi: Pasangan suami istri di Piyungan Bantul tewas diduga tersengat listrik dari kawat jemuran, polisi lakukan pendalaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD di Bantul turun drastis jadi 35 kasus tanpa kematian. Warga diminta waspada ISPA, influenza, dan iritasi mata.
UMY menonaktifkan sementara dosen Prodi Farmasi FKIK terkait dugaan pelecehan seksual sambil menunggu investigasi dan pemeriksaan tuntas.
Kemendikdasmen membuka MPLS Ramah 2026 dan menegaskan seluruh sekolah harus bebas dari praktik perpeloncoan serta senioritas.
Pemkab Temanggung mulai membangun SPAM Rp3 miliar untuk melayani 769 sambungan rumah di tiga desa dengan target selesai Oktober 2026.
Kiandra Ramadhipa menjuarai Race 2 Red Bull MotoGP Rookies Cup Sachsenring dan naik ke peringkat ketiga klasemen sementara.
Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja akan menggelar Job Fair Kota Jogja 2026 pada Rabu-Kamis (15-16/7) di Auditorium LPP