Dampak Rupiah Melemah, Pemkab Bantul Waspadai Harga Pangan yang Rentan
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Peristiwa meninggalnya seorang perempuan muda di wilayah Banguntapan, Bantul, mengundang perhatian aparat kepolisian. Korban berinisial FDI, 25, ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya di Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Bantul, pada Jumat (30/1/2026) sore, sementara polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian secara pasti.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan korban ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan identitas yang dihimpun, FDI merupakan seorang mahasiswi asal Jogja yang diketahui berdomisili di kawasan Banguntapan, Bantul.
“Korban pertama kali ditemukan oleh ibunya dalam kondisi sudah tidak bernapas di lantai dua rumah,” ujar Rita saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).
Rita menjelaskan, sebelum kejadian tersebut, sekitar pukul 16.00 WIB ibu korban masih sempat berbincang dengan tetangga di sekitar rumah. Setelah tetangga tersebut pulang, ibu korban kemudian naik ke lantai dua untuk mengambil jemuran yang berada di depan kamar korban.
Saat berada di lantai dua itulah, korban ditemukan dalam kondisi tengkurap tepat di depan pintu kamar. Posisi wajah korban menghadap ke arah timur, sementara kedua kaki berada dekat dengan pintu kamar.
Mengetahui anaknya dalam kondisi tersebut, ibu korban segera melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Sejumlah personel gabungan dari Polres Bantul langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan pemeriksaan awal.
“Hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan sudah meninggal sekitar dua hingga lima jam sebelum ditemukan,” kata Rita.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tim medis bersama Unit Identifikasi Polres Bantul, ditemukan sejumlah tanda pada tubuh korban. Posisi korban dalam keadaan tengkurap, lidah tergigit, jari tangan kaku dalam kondisi menggenggam, serta terdapat luka pada bagian leher. Selain itu, ditemukan pula lebam di area pundak, punggung, dan kaki korban.
Rita menambahkan, hingga saat ini penyidik telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi guna mengungkap rangkaian peristiwa tersebut. Dari hasil pemeriksaan luar sementara, korban diduga meninggal dunia akibat kondisi lemas.
“Hasil pemeriksaan luar menunjukkan adanya kekerasan benda tumpul pada leher yang menekan saluran napas sehingga mengganggu pertukaran oksigen, dan korban meninggal karena lemas,” ucapnya.
Selain temuan pada tubuh korban, polisi juga mencatat sejumlah fakta lain di lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan bipolar. Di sekitar lokasi juga ditemukan catatan tulisan tangan korban yang berisi permintaan maaf kepada ibu dan kakaknya, serta informasi mengenai sandi telepon seluler.
Tak hanya itu, petugas juga menemukan bungkus obat yang merupakan hasil pemeriksaan korban di RS Hidayatullah. Namun demikian, di sekitar lokasi kejadian tidak ditemukan adanya tali gantung maupun tali yang terputus.
“Di sekitar lokasi tidak ditemukan tali gantung maupun tali putus,” kata Rita.
Hingga kini, pihak kepolisian menegaskan proses penyelidikan masih terus berlanjut untuk memastikan secara menyeluruh penyebab kematian korban dan mengungkap fakta-fakta lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.