Angka Pernikahan di Kulonprogo Terus Menurun, Kemenag Ungkap Pemicunya
Angka pernikahan di Kulonprogo terus menurun. Kemenag menyebut kesiapan dan penurunan jumlah penduduk menjadi sejumlah faktornya.
Foto ilustrasi musim hujan. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, KULONPROGO—Intensitas hujan di Kabupaten Kulonprogo mulai menurun, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tetap mengimbau masyarakat untuk waspada menghadapi potensi bencana hidrometeorologi hingga akhir Februari 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Eko Susanto, menyampaikan bahwa instansinya telah menetapkan status siaga darurat bencana yang berlaku hingga 28 Februari 2026. Keputusan ini merujuk pada Surat Keputusan (SK) Bupati Kulonprogo Nomor 486/A/2025 mengenai kewaspadaan terhadap banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, gelombang pasang, dan abrasi pantai.
“Musim penghujan memang mulai mereda, tetapi ancaman bencana hidrometeorologi tetap ada. Masyarakat diimbau tetap waspada karena Februari masih dalam periode hujan,” ujar Eko saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).
Sementara itu, Kepala BPBD Kulonprogo, Setiawan Tri Widada, menegaskan meskipun berstatus siaga darurat, penggunaan dana belanja tidak terduga (BTT) tetap bisa dimanfaatkan untuk penanganan bencana dengan skema pergeseran anggaran. Pergeseran ini dilakukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki kewenangan melalui TPAPD, menyesuaikan kebutuhan anggaran berdasarkan dampak bencana.
“Ada kriteria khusus dalam penggunaan dana BTT, seperti kerusakan yang harus segera diperbaiki berdasarkan skala prioritas agar tidak meluas. Masyarakat juga diharapkan tetap waspada meski hujan mulai mereda,” kata Setiawan.
Setiawan menambahkan, kewaspadaan harus disesuaikan dengan topografi. Warga di dataran tinggi diminta memperhatikan tebing dekat rumah, sedangkan warga di dataran rendah dianjurkan memantau saluran air agar tidak terjadi banjir. Keterlibatan aktif masyarakat sangat penting untuk meminimalkan dampak bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Angka pernikahan di Kulonprogo terus menurun. Kemenag menyebut kesiapan dan penurunan jumlah penduduk menjadi sejumlah faktornya.
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.
Kejagung mengungkap dugaan peran Budi Utomo dalam pengadaan motor listrik MBG. Dari rencana 21.000 unit, hanya 2.117 unit terealisasi.
Rocky Gerung menjelaskan alasannya bergabung sebagai Wantimpres Prabowo dan menegaskan sikap kritisnya terhadap arah kebijakan pemerintah.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menggelar Festival Batik 2026 di Jogja City Mall, Jumat (2/10).
Retribusi wisata Pantai Parangtritis dan Pantai Depok mencapai Rp4,95 miliar pada Juli-September 2026, dengan kunjungan tertinggi pada Juli.