PEREKONOMIAN DAERAH: Budaya Jadi Keunikan Transformasi Ekonomi DIY
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Jembatan - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN— Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) memastikan akan membongkar tiga jembatan di tiga kapanewon pada 2026 karena kondisi struktur yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Pembongkaran dilakukan secara total dan akan digantikan dengan bangunan jembatan baru.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Fauzan Ma'ruf, menyebut tiga jembatan yang akan dibongkar memiliki ukuran dan karakteristik berbeda. Jembatan Tumut di Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, memiliki ukuran 7 x 8 meter. Jembatan Nyamplung di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, berukuran 6 x 8 meter, sementara Jembatan Plosokerep di Kalurahan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan, berukuran 3 x 8 meter.
“Kami bongkar total dan ganti dengan bangunan baru. Saat ini kami masih mempersiapkan dokumennya. Soal anggaran, akan diketahui setelah kontrak,” kata Fauzan saat dihubungi, Rabu (4/2/2026).
Pembongkaran jembatan tersebut menjadi bagian dari program besar penanganan infrastruktur jalan kabupaten di Sleman pada 2026. Tahun ini, total anggaran penanganan jalan kabupaten mencapai Rp106 miliar, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan anggaran ini ditujukan untuk mempercepat perbaikan kualitas jalan sekaligus meningkatkan kemantapan jaringan jalan di Sleman.
Selain tiga jembatan tersebut, Pemkab Sleman juga menyiapkan sebelas paket pembangunan jalan kabupaten. Program ini menjadi salah satu prioritas utama untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, terutama di kawasan dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi.
DPUPKP Sleman mencatat, total panjang jalan kabupaten yang membutuhkan penanganan mencapai hampir 160 kilometer, dengan kondisi bervariasi mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.
“Kalau untuk jembatan lain, kami ada juga rehabilitasi. Satu pekerjaan saja di Jembatan Kadisoko Kalasan. Rehab sebatas perbaikan kerusakan bangunan pelengkap,” ujar Fauzan.
Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman menyatakan belum menerima informasi resmi terkait rencana pembongkaran jembatan tersebut. Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Sleman, Marjanto, mengatakan koordinasi lintas instansi diperlukan, terutama untuk mengantisipasi dampak lalu lintas.
Menurut Marjanto, jika jembatan yang dibongkar merupakan jalur utama, maka perlu disiapkan jalur alternatif agar mobilitas masyarakat tidak terganggu selama proses pembangunan berlangsung.
“DPUPKP mungkin memiliki rekomendasi jalur alternatif. Kami juga siap mencari jalurnya,” katanya.
Rencana pembongkaran dan pembangunan jembatan baru ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperkuat konektivitas wilayah di Sleman, seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur dasar pada 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Para pesepeda dari dalam dan luar negeri mengikuti ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026, Kamis (21/5/2026)
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.