Pemkab Gunungkidul Fokus Entas Kemiskinan di 7 Wilayah Ini
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Uji coba pengisian daya bus listrik Trans Jogja di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik di Terminal di depan Bandara Adisutjipto belum lama ini. - Harian Jogja / David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul menyatakan dukungannya terhadap rencana perluasan layanan Trans Jogja hingga Wonosari. Namun, meski wacana tersebut telah bergulir sejak awal 2025, hingga kini realisasinya belum juga terwujud.
Kepala Bidang Angkutan dan Terminal Dishub Gunungkidul, Sigit Wijayanto, mengungkapkan bahwa rencana pengoperasian Trans Jogja ke wilayah Gunungkidul masih berada pada tahap wacana. Meski demikian, sejumlah kajian pendukung sebenarnya telah disiapkan.
“Sudah dilakukan kajian, termasuk perhitungan tarif dan kebutuhan armada untuk operasional ke Gunungkidul. Tetapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujar Sigit, Minggu (8/2/2026).
Ia menjelaskan, keputusan membuka rute baru Trans Jogja sepenuhnya bergantung pada kebijakan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama DPRD DIY. Dishub Gunungkidul, kata dia, juga telah berkoordinasi dengan Dishub DIY untuk memantau perkembangan program tersebut, namun hasilnya belum mengarah pada pelaksanaan dalam waktu dekat.
Selain belum adanya payung hukum sebagai dasar pengoperasian, kendala utama lainnya terletak pada keterbatasan anggaran. Kebijakan pemangkasan anggaran dari Pemerintah Pusat melalui program efisiensi turut berdampak pada sektor transportasi.
“Pemangkasan anggaran jelas berpengaruh. Bukan hanya penambahan rute baru, bahkan program pemeliharaan dan peremajaan bus di jalur yang sudah ada ikut terdampak,” kata Sigit.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul, Irawan Jatmiko. Ia menyebutkan, wacana pembukaan rute Trans Jogja Jogja–Wonosari telah muncul sejak awal 2025 dan telah ditindaklanjuti melalui penyusunan kajian serta pembahasan di DPRD DIY.
“Keputusan akhir ada di tangan DPRD DIY. Namun, kami berharap rute ini bisa direalisasikan agar masyarakat Gunungkidul mendapatkan layanan transportasi publik yang lebih baik,” ujar Irawan.
Dalam proses pembahasan rute baru tersebut, Dishub juga melibatkan organisasi angkutan darat (organda), khususnya pemilik perusahaan otobus (PO) yang selama ini melayani trayek Jogja–Wonosari. Pelibatan ini dilakukan untuk memastikan operasional Trans Jogja tidak menimbulkan konflik dengan angkutan yang sudah ada.
“Organda tetap dilibatkan. Bentuk partisipasinya seperti apa masih perlu koordinasi dan pembahasan lanjutan,” katanya.
Irawan menegaskan, Dishub Gunungkidul mendukung penuh rencana perluasan layanan Trans Jogja hingga wilayahnya. Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan, masyarakat Gunungkidul pada prinsipnya tidak menolak kehadiran layanan transportasi massal tersebut.
“Survei sudah dilakukan dan respons warga cukup baik. Mereka tidak menolak Trans Jogja masuk ke Gunungkidul,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Jadwal DAMRI Bandara YIA lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.