Long Weekend Mei 2026, Wisata Jogja Naik 25 Persen
Kunjungan wisata Jogja saat long weekend Mei 2026 diprediksi naik 25%, Malioboro tetap jadi favorit wisatawan.
Warga Tegalrejo mengikuti pelatihan pengolahan sampah menggunakan maggot di Pendopo Abdi Praja Kemantren Tegalrejo, Rabu (11/2/2026). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Kemantren Tegalrejo mendorong pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot sebagai solusi konkret mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus membuka peluang usaha bagi warga. Program budidaya maggot Tegalrejo ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan.
Mantri Pamong Praja Kemantren Tegalrejo, Antariksa Agus, menyampaikan selama ini sebagian besar sampah organik masih berakhir di TPA sehingga menambah beban pengelolaan sampah di Kota Jogja. Melalui budidaya maggot, sampah organik diharapkan dapat diolah langsung di tingkat rumah tangga dan komunitas.
Menurutnya, warga Tegalrejo menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pengolahan sampah organik menggunakan maggot. Bahkan, sejumlah warga telah membentuk kelompok budidaya maggot guna mempermudah proses pengelolaan secara mandiri dan berkelanjutan. Ia menegaskan, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus dimulai dari rumah tangga dan komunitas,” katanya, Kamis (12/2/2026).
Untuk memperkuat gerakan tersebut, Kemantren Tegalrejo menggelar pelatihan budidaya maggot di tingkat kemantren. Dalam pelatihan itu, warga mendapatkan materi tentang pembentukan kelompok budidaya, mulai dari penentuan pengelola dari warga setempat, penyusunan struktur kepengurusan, hingga pembagian tugas masing-masing anggota.
Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai persiapan sarana dan prasarana budidaya, seperti penyediaan tempat budidaya maggot, peralatan pendukung, serta bahan yang dibutuhkan dalam proses pengolahan sampah organik menjadi maggot.
Antariksa menilai budidaya maggot berpotensi menjadi solusi pengelolaan sampah organik sekaligus peluang usaha baru bagi masyarakat. Produk yang dihasilkan dari budidaya tersebut antara lain telur maggot, maggot segar dan kering, tepung maggot, hingga pelet maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun ikan.
Melalui pengembangan budidaya maggot Tegalrejo ini, ia berharap pengelolaan sampah organik di Kota Jogja semakin efektif sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga yang terlibat dalam pengolahannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kunjungan wisata Jogja saat long weekend Mei 2026 diprediksi naik 25%, Malioboro tetap jadi favorit wisatawan.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.