KAI Bangun Jalan Baru 394 Meter di Stasiun Lempuyangan Jogja, 11 Rumah Dirobohkan
KAI Daop 6 Jogja membangun jalan baru 394 meter di Stasiun Lempuyangan. Sebanyak 13 rumah perusahaan ditertibkan untuk penataan kawasan.
Warga Tegalrejo mengikuti pelatihan pengolahan sampah menggunakan maggot di Pendopo Abdi Praja Kemantren Tegalrejo, Rabu (11/2/2026). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Kemantren Tegalrejo mendorong pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot sebagai solusi konkret mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus membuka peluang usaha bagi warga. Program budidaya maggot Tegalrejo ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan.
Mantri Pamong Praja Kemantren Tegalrejo, Antariksa Agus, menyampaikan selama ini sebagian besar sampah organik masih berakhir di TPA sehingga menambah beban pengelolaan sampah di Kota Jogja. Melalui budidaya maggot, sampah organik diharapkan dapat diolah langsung di tingkat rumah tangga dan komunitas.
Menurutnya, warga Tegalrejo menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pengolahan sampah organik menggunakan maggot. Bahkan, sejumlah warga telah membentuk kelompok budidaya maggot guna mempermudah proses pengelolaan secara mandiri dan berkelanjutan. Ia menegaskan, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus dimulai dari rumah tangga dan komunitas,” katanya, Kamis (12/2/2026).
Untuk memperkuat gerakan tersebut, Kemantren Tegalrejo menggelar pelatihan budidaya maggot di tingkat kemantren. Dalam pelatihan itu, warga mendapatkan materi tentang pembentukan kelompok budidaya, mulai dari penentuan pengelola dari warga setempat, penyusunan struktur kepengurusan, hingga pembagian tugas masing-masing anggota.
Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai persiapan sarana dan prasarana budidaya, seperti penyediaan tempat budidaya maggot, peralatan pendukung, serta bahan yang dibutuhkan dalam proses pengolahan sampah organik menjadi maggot.
Antariksa menilai budidaya maggot berpotensi menjadi solusi pengelolaan sampah organik sekaligus peluang usaha baru bagi masyarakat. Produk yang dihasilkan dari budidaya tersebut antara lain telur maggot, maggot segar dan kering, tepung maggot, hingga pelet maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun ikan.
Melalui pengembangan budidaya maggot Tegalrejo ini, ia berharap pengelolaan sampah organik di Kota Jogja semakin efektif sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga yang terlibat dalam pengolahannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Jogja membangun jalan baru 394 meter di Stasiun Lempuyangan. Sebanyak 13 rumah perusahaan ditertibkan untuk penataan kawasan.
Adhi Karya memastikan girder Tol Jogja-Solo di Kronggahan aman dengan bracing sementara. Pemasangan diafragma kini mulai dilakukan.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.