PAW Lurah Sleman Tunggu Perbup, Ini Daftar 5 Kalurahan dan Alasannya
Pemkab Sleman siapkan PAW lurah di 5 kalurahan. Raperbup segera disahkan sebagai dasar hukum pelaksanaan Pilur antar waktu 2026.
Pedagang cabai rawit merah. - Foto ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) mengusulkan varietas lokal cabai rawit hasil mutasi alami bernama “Sibrol Sembada” untuk didaftarkan ke Kementerian Pertanian (Kementan). Varietas ini diklaim lebih produktif, berumur panjang, dan tahan hama dibanding cabai pada umumnya.
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DP3 Sleman, Eko Sugianto Ngadirin, menjelaskan varietas tersebut berasal dari mutasi alami tanaman cabai milik petani di Kapanewon Turi pada 2021, saat masa pandemi. Tanaman tersebut menunjukkan karakter berbeda dari varietas awalnya.
“Umurnya lebih panjang dan tinggi tanamannya. Semakin lama, pohonnya semakin ngayu [mengeras menjadi kayu]. Satu kelopak bunga bisa menghasilkan enam buah cabai. Makanya kami beri nama Sibrol,” kata Eko ditemui di kantornya, Kamis (12/2/2026).
Menurut dia, satu tanaman dapat dipanen hingga tujuh kali dalam kurun sembilan bulan. Produktivitas tinggi tersebut dinilai menguntungkan petani karena ongkos produksi bisa ditekan, terutama di tengah keterbatasan lahan.
“Produktivitas per tanaman bisa hampir satu kilogram. Kalau tanaman cabai lain rata-rata 0,4 kilogram dan umur juga pendek,” katanya.
Sibrol Sembada saat ini baru dibudidayakan di wilayah Sleman bagian utara pada ketinggian 400–500 meter di atas permukaan laut (MDPL). Apabila ditanam di dataran rendah, tanaman cenderung tumbuh kerdil.
Varietas ini telah dikembangkan di Kalurahan Glagaharjo dan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan serta Pakem. Persebaran tersebut menjadi dasar DP3 Sleman untuk segera mendaftarkan Sibrol Sembada sebagai varietas lokal unggulan agar dapat dilepas dan dibudidayakan lebih luas.
Eko menilai, keberadaan cabai ini bisa menjadi salah satu solusi menjaga produktivitas di tengah kebijakan pemangkasan anggaran hingga 60%, sementara target produksi tetap tinggi.
Analis Kebijakan Bidang Hortikultura dan Perkebunan DP3 Sleman, Putri Early Anggari, menyampaikan pada 2025 luas panen cabai merah keriting mencapai 575,8 hektare (ha) dan cabai rawit 1.047,7 ha.
Dari luasan tersebut, produksi cabai merah keriting tercatat 55.089 kuintal dan cabai rawit 121.517 kuintal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman siapkan PAW lurah di 5 kalurahan. Raperbup segera disahkan sebagai dasar hukum pelaksanaan Pilur antar waktu 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.