Harga Louhan di Jogja Bisa Tembus Rp30 Juta, Begini Peluang Bisnisnya
Budidaya louhan masih punya potensi ekonomi. Harga ikan berkualitas bisa mencapai Rp25 juta-Rp30 juta, tergantung kualitas dan hasil kontes.
Pedagang cabai rawit merah. - Foto ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) mengusulkan varietas lokal cabai rawit hasil mutasi alami bernama “Sibrol Sembada” untuk didaftarkan ke Kementerian Pertanian (Kementan). Varietas ini diklaim lebih produktif, berumur panjang, dan tahan hama dibanding cabai pada umumnya.
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DP3 Sleman, Eko Sugianto Ngadirin, menjelaskan varietas tersebut berasal dari mutasi alami tanaman cabai milik petani di Kapanewon Turi pada 2021, saat masa pandemi. Tanaman tersebut menunjukkan karakter berbeda dari varietas awalnya.
“Umurnya lebih panjang dan tinggi tanamannya. Semakin lama, pohonnya semakin ngayu [mengeras menjadi kayu]. Satu kelopak bunga bisa menghasilkan enam buah cabai. Makanya kami beri nama Sibrol,” kata Eko ditemui di kantornya, Kamis (12/2/2026).
Menurut dia, satu tanaman dapat dipanen hingga tujuh kali dalam kurun sembilan bulan. Produktivitas tinggi tersebut dinilai menguntungkan petani karena ongkos produksi bisa ditekan, terutama di tengah keterbatasan lahan.
“Produktivitas per tanaman bisa hampir satu kilogram. Kalau tanaman cabai lain rata-rata 0,4 kilogram dan umur juga pendek,” katanya.
Sibrol Sembada saat ini baru dibudidayakan di wilayah Sleman bagian utara pada ketinggian 400–500 meter di atas permukaan laut (MDPL). Apabila ditanam di dataran rendah, tanaman cenderung tumbuh kerdil.
Varietas ini telah dikembangkan di Kalurahan Glagaharjo dan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan serta Pakem. Persebaran tersebut menjadi dasar DP3 Sleman untuk segera mendaftarkan Sibrol Sembada sebagai varietas lokal unggulan agar dapat dilepas dan dibudidayakan lebih luas.
Eko menilai, keberadaan cabai ini bisa menjadi salah satu solusi menjaga produktivitas di tengah kebijakan pemangkasan anggaran hingga 60%, sementara target produksi tetap tinggi.
Analis Kebijakan Bidang Hortikultura dan Perkebunan DP3 Sleman, Putri Early Anggari, menyampaikan pada 2025 luas panen cabai merah keriting mencapai 575,8 hektare (ha) dan cabai rawit 1.047,7 ha.
Dari luasan tersebut, produksi cabai merah keriting tercatat 55.089 kuintal dan cabai rawit 121.517 kuintal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Budidaya louhan masih punya potensi ekonomi. Harga ikan berkualitas bisa mencapai Rp25 juta-Rp30 juta, tergantung kualitas dan hasil kontes.
Empat warga Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, positif antraks. Sebanyak 47 orang masuk risiko terpapar dan dipantau selama 60 hari.
Marc Marquez menjadi yang tercepat di FP1 MotoGP Jepang 2026, mengungguli Jorge Martin dan Marco Bezzecchi di Sirkuit Motegi.
Sweet Caroline milik Neil Diamond punya sejarah panjang di arena olahraga. Kini lagu ini ikut terdengar dalam perayaan suporter Timnas Indonesia.
Mario Aji finis P24 di FP1 Moto2 Jepang 2026 dengan waktu 1:48,996 detik. Manuel Gonzalez menjadi yang tercepat.
FAM meminta FIFA menjelaskan perubahan injury time Indonesia vs Bangladesh dari dua menjadi tujuh menit dalam FIFA ASEAN Cup 2026.