Prambanan Jazz dan Mandiri Jogja Marathon Dongkrak PAD Pariwisata
PAD pariwisata Sleman mencapai Rp203,98 miliar pada Semester I 2026. Prambanan Jazz dan Mandiri Jogja Marathon menjadi salah satu pendorong kenaikan.
Pedagang cabai rawit merah. - Foto ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) mengusulkan varietas lokal cabai rawit hasil mutasi alami bernama “Sibrol Sembada” untuk didaftarkan ke Kementerian Pertanian (Kementan). Varietas ini diklaim lebih produktif, berumur panjang, dan tahan hama dibanding cabai pada umumnya.
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DP3 Sleman, Eko Sugianto Ngadirin, menjelaskan varietas tersebut berasal dari mutasi alami tanaman cabai milik petani di Kapanewon Turi pada 2021, saat masa pandemi. Tanaman tersebut menunjukkan karakter berbeda dari varietas awalnya.
“Umurnya lebih panjang dan tinggi tanamannya. Semakin lama, pohonnya semakin ngayu [mengeras menjadi kayu]. Satu kelopak bunga bisa menghasilkan enam buah cabai. Makanya kami beri nama Sibrol,” kata Eko ditemui di kantornya, Kamis (12/2/2026).
Menurut dia, satu tanaman dapat dipanen hingga tujuh kali dalam kurun sembilan bulan. Produktivitas tinggi tersebut dinilai menguntungkan petani karena ongkos produksi bisa ditekan, terutama di tengah keterbatasan lahan.
“Produktivitas per tanaman bisa hampir satu kilogram. Kalau tanaman cabai lain rata-rata 0,4 kilogram dan umur juga pendek,” katanya.
Sibrol Sembada saat ini baru dibudidayakan di wilayah Sleman bagian utara pada ketinggian 400–500 meter di atas permukaan laut (MDPL). Apabila ditanam di dataran rendah, tanaman cenderung tumbuh kerdil.
Varietas ini telah dikembangkan di Kalurahan Glagaharjo dan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan serta Pakem. Persebaran tersebut menjadi dasar DP3 Sleman untuk segera mendaftarkan Sibrol Sembada sebagai varietas lokal unggulan agar dapat dilepas dan dibudidayakan lebih luas.
Eko menilai, keberadaan cabai ini bisa menjadi salah satu solusi menjaga produktivitas di tengah kebijakan pemangkasan anggaran hingga 60%, sementara target produksi tetap tinggi.
Analis Kebijakan Bidang Hortikultura dan Perkebunan DP3 Sleman, Putri Early Anggari, menyampaikan pada 2025 luas panen cabai merah keriting mencapai 575,8 hektare (ha) dan cabai rawit 1.047,7 ha.
Dari luasan tersebut, produksi cabai merah keriting tercatat 55.089 kuintal dan cabai rawit 121.517 kuintal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD pariwisata Sleman mencapai Rp203,98 miliar pada Semester I 2026. Prambanan Jazz dan Mandiri Jogja Marathon menjadi salah satu pendorong kenaikan.
Prahdiska Bagas Shujiwo dan Thalita Ramadhani Wiryawan sukses melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah menyingkirkan lawan masing-masing di Taipei Aren
Sejumlah musisi ternama tampil memeriahkan FYP Fest, di antaranya NDX AKA, Denny Caknan, Guyon Waton, Trio Macan, dan Lavora
Biaya visa Taiwan untuk WNI resmi naik mulai 1 Agustus 2026. Berikut daftar tarif terbaru Visitor Visa, Resident Visa, dan syarat Travel Authorization Certifica
WhatsApp menghadirkan fitur panggilan suara dan video langsung di WhatsApp Web. Pengguna kini bisa menelepon dari browser tanpa perlu menginstal aplikasi deskto
Mohammad Zaki Ubaidillah gagal melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah kalah dari Justin Hoh dalam duel tiga gim di Taipei Arena, Taiwan.