Atasi Sampah Sungai, Kota Jogja Siapkan Patroli Perahu dan CCTV
Pemkot Jogja membentuk patroli sungai, memasang CCTV dan lampu untuk menindak pembuangan sampah liar di Sungai Code dan Gajah Wong.
Foto ilustrasi pemilahan sampah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja menyiapkan skema apresiasi bagi warga yang disiplin memilah sampah dari tingkat rumah tangga sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah perkotaan. Program insentif pilah sampah Jogja tersebut direncanakan diusulkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan mendatang.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja menilai penguatan sistem pemilahan sampah rumah tangga menjadi kunci pembenahan tata kelola sampah sehingga diperlukan stimulus berupa penghargaan kepada masyarakat yang tertib.
Kepala DLH Kota Jogja, Rajwan Taufiq, menjelaskan rencana pemberian apresiasi tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan internal sebelum diajukan dalam mekanisme anggaran daerah.
“Kami berencana memperkuat pemilahan di tingkat rumah tangga dan mengusulkan pemberian apresiasi bagi warga yang disiplin memilah sampah pada APBD Perubahan mendatang,” katanya, Jumat (20/2/2026).
Ia menambahkan konsep kebijakan tersebut telah dirancang namun belum diputuskan secara final karena masih melalui proses pembahasan lebih lanjut. “Sudah direncanakan, ini masih dibahas. Pada saatnya akan kami sampaikan,” katanya.
Rajwan menjelaskan penguatan kebijakan pemilahan sampah ini terinspirasi dari sistem pengelolaan sampah di Jepang yang menerapkan regulasi nasional secara ketat, termasuk kewajiban pemilahan sejak rumah tangga serta keterlibatan produsen dalam tanggung jawab pengelolaan limbah.
“Di Jepang, jika sampah tidak dipilah maka tidak akan diambil. Pendidikan pengelolaan sampah pun sudah menjadi kurikulum wajib,” katanya.
Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja, Bambang Seno Baskoro, mendorong agar rencana insentif pilah sampah tersebut segera direalisasikan dan tidak berhenti pada tataran wacana kebijakan. “Kami membutuhkan skema yang jelas untuk diterapkan di Jogja,” katanya.
Ia juga meminta Pemkot Jogja mempercepat kebijakan pembatasan penggunaan kantong plastik serta melakukan evaluasi berkala terhadap penerapan kurikulum pengelolaan sampah di sekolah.
Sebagai langkah awal, DPRD mengusulkan penyelenggaraan lomba pemilahan sampah yang dapat didukung melalui anggaran perubahan maupun dana corporate social responsibility (CSR) dari sektor swasta.
Menurut Bambang, pemberian reward atau apresiasi diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat sehingga pemilahan sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan kontribusi nyata yang mendapatkan penghargaan dari pemerintah.
Program insentif pilah sampah Jogja tersebut diharapkan dapat menjadi stimulus perubahan perilaku masyarakat sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga di tingkat rumah tangga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja membentuk patroli sungai, memasang CCTV dan lampu untuk menindak pembuangan sampah liar di Sungai Code dan Gajah Wong.
Veddriq Leonardo optimistis meraih medali emas Asian Games 2026 di Jepang. Persiapan difokuskan pada teknik, fisik, dan mental.
Polisi mengekshumasi jasad korban pengeroyokan di Tabanan untuk memastikan penyebab kematian. Lima warga telah ditetapkan sebagai tersangka.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel antusias menyambut Derbi DIY melawan PSS Sleman di Super League 2026/2027 dan fokus membawa Laskar Mataram bertahan.
Singapura mengalahkan Timor Leste 2-0 dan memimpin klasemen Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026 dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam penyidikan kasus dugaan TPPU dengan tersangka Febrie Adriansyah. Enam saksi akan dipanggil ulang.