Waspada Hantavirus di Bantul dari Tikus Rumah Bisa Picu Infeksi Serius
Dinkes Bantul ingatkan bahaya hantavirus dari tikus, warga diminta waspada dan jaga kebersihan lingkungan.
Kepala Dishub Bantul, Singgih Riyadi saat ditemui di ruangannya, Selasa (19/3/2024). Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul mulai mematangkan persiapan menghadapi arus mudik Idulfitri 2026. Salah satu langkah yang ditempuh adalah bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bantul untuk menggelar tes urine bagi awak angkutan umum.
Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Singgih Riyadi, menyampaikan agenda bersama BNNK Bantul itu akan digelar di terminal.
"Mulai minggu ini kami koordinasi dengan BNNK Bantul untuk melakukan tes urine kepada awak angkutan di Terminal Palbapang sampai Terminal Imogiri yang jumlahnya mencapai sekitar 125 orang," jelas Singgih, Rabu (4/3/2026).
Ia menegaskan, tes urine tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional untuk memastikan para pengemudi tidak terpengaruh obat-obatan terlarang yang bisa membahayakan pemudik.
"Jadi, persiapan kami menuju momen mudik Idulfitri 2026 ini sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari demi kelancaran akses lalu lintas masyarakat," kata dia.
Prediksi Arus dan Titik Rawan
Menurutnya, jumlah pemudik yang masuk ke wilayah DIY diperkirakan mencapai jutaan orang. Dari angka tersebut, sebagian besar juga akan melintasi Kabupaten Bantul.
Arus kendaraan diprediksi ramai melewati sejumlah titik perbatasan, terutama yang terhubung dengan Kabupaten Gunungkidul dan Kota Yogyakarta. Kondisi ini dipengaruhi adanya akses baru yang memungkinkan pemudik mencari jalur alternatif.
Salah satunya adalah rencana pembukaan akses Tol Prambanan yang diperkirakan mengubah pola pergerakan kendaraan saat musim mudik.
"Pemudik pasti akan mencari alternatif mudik melintasi Tol Prambanan. Pasti akan melintasi Jogja, terutama Kota Yogyakarta. Jadi, kalau di Kabupaten Bantul nanti arusnya menyisir di jalan antara saja, terutama di JJLS," ucap dia.
Tujuh Pos Pantau dan Ramp Check
Untuk memantau pergerakan kendaraan, Dishub Bantul akan mendirikan pos pantau arus lalu lintas di tujuh titik utama. Lokasi tersebut antara lain Klangon Kapanewon Sedayu, Kapanewon Piyungan, Jembatan Kabanaran Kapanewon Srandakan, jalur menuju Pantai Depok, serta akses ke Kelok 23.
"Jadi, kami nanti mendirikan pos-pos pantau arus lalu lintas yang tersebar di tujuh titik utama mulai dari Klangon Kapanewon Sedayu, Kapanewon Piyungan, Jembatan Kabanaran Kapanewon Srandakan, jalur menuju Pantai Depok, dan akses ke Kelok 23," ujarnya.
Selain itu, Dishub Bantul juga menyiapkan langkah pengamanan dari sisi keselamatan transportasi melalui inspeksi kendaraan atau ramp check terhadap armada bus yang beroperasi.
Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung mulai H-7 hingga H+10 Idulfitri 2026, dengan sasaran perusahaan otobus dan kendaraan yang melayani kawasan wisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul ingatkan bahaya hantavirus dari tikus, warga diminta waspada dan jaga kebersihan lingkungan.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.
5 peluang kerja freelance bergaji dolar yang bisa dikerjakan dari rumah, mulai content writer hingga desainer grafis.