Pemkab Gunungkidul Yakin Perda Tata Ruang Wilayah Terbit Sebelum 7 Oktober
Pemkab Gunungkidul yakin Perda RTRW segera terbit sebelum 7 Oktober untuk mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
Proses pemotongan pohon yang berada di titik longsor di Jalur Clongop di Kalurahan Watugajah, Gedangsari. Minggu (8/3/2026). /istimewa BPBD Gunungkidul.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Akses transportasi utama yang menghubungkan Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul dengan Wedi, Klaten kembali terputus total.
Jalur Clongop di Kalurahan Watugajah kembali dihantam longsor susulan pada Sabtu (7/3/2026) sore, sesaat setelah tim gabungan berhasil membersihkan material dari kejadian sebelumnya. Insiden ini menjadi kali ketiga dalam kurun waktu satu minggu tebing di kawasan tersebut mengalami kegagalan struktur tanah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat rentetan bencana ini dimulai pada Sabtu (28/2/2026), diikuti longsor kedua pada Selasa (3/3/2026).
Tingginya intensitas hujan serta kondisi tanah yang labil membuat upaya normalisasi jalan menjadi tantangan berat bagi petugas di lapangan.
“Kami lakukan pembersihan material longsor susulan ini dengan menerjunkan tiga alat berat,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, Minggu (8/3/2026).
Edy memperingatkan bahwa potensi longsor susulan di Jalur Clongop masih sangat tinggi. Berdasarkan hasil pengamatan visual di puncak bukit, tim menemukan adanya rekahan tanah baru yang sangat berbahaya jika kembali diguyur hujan deras.
Sebagai langkah mitigasi darurat, petugas mulai melakukan pemotongan pohon-pohon di sekitar tebing guna mengurangi beban mekanis pada permukaan tanah yang retak.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menegaskan bahwa penanganan saat ini masih bersifat darurat dengan fokus pada pengerukan material agar jalur logistik dan mobilitas warga tidak terhambat terlalu lama.
Terkait solusi permanen untuk memperkuat tebing, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY.
“Saat ini baru sebatas pemindahan material longsor agar akses kembali lancar. Untuk penanganan permanen, masih menunggu hasil kajian dari tim ahli DPUP-ESDM DIY karena di atas masih ada retakan yang berpotensi longsor,” ujar Purwono.
Mengingat status jalan tersebut merupakan milik Provinsi DIY, kewenangan untuk membangun infrastruktur pengaman permanen seperti talud atau penguatan lereng berada di bawah mandat Bina Marga DPUP-ESDM DIY.
Pihak provinsi mengonfirmasi bahwa saat ini tim ahli tengah melakukan pengkajian teknis secara mendalam terhadap struktur batuan dan tanah di bukit Clongop.
Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Bina Marga DPUP-ESDM DIY, Wira Sasongko Putro, membenarkan bahwa belum ada tindakan konstruksi permanen dalam waktu dekat.
“Sekarang masih dikaji, tapi mudah-mudahan segera ada hasilnya sehingga dapat dilakukan penanganan secara permanen,” jelas Wira.
Selama proses pembersihan dan pengkajian berlangsung, masyarakat diminta untuk menggunakan jalur alternatif dan selalu waspada saat melintasi kawasan perbukitan di Gedangsari.
Pengendara diimbau untuk tidak memaksakan melintas saat hujan deras mengguyur wilayah utara Gunungkidul demi menghindari risiko terjebak material longsor yang bisa jatuh sewaktu-waktu dari ketinggian.
Foto istimewa BPBD Gunungkidul
Proses pemotongan pohon yang berada di titik longsor di Jalur Clongop di Kalurahan Watugajah, Gedangsari. Minggu (8/3/2026). /istimewa BPBD Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul yakin Perda RTRW segera terbit sebelum 7 Oktober untuk mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.
YouTube menambah fitur AI untuk kreator, mulai dari mencari ide, mengedit video, membuat thumbnail, hingga menguji tiga versi konten.