Pemkot Jogja Perkuat Talut di Enam Titik Sungai untuk Cegah Longsor
Pemkot Jogja menganggarkan Rp5 miliar untuk memperkuat talud di enam titik sungai guna mengantisipasi longsor dan gerusan aliran air.
Foto ilustrasi Koperasi Merah Putih dibuat oleh AI ChatGPT
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menyiapkan langkah baru memperkuat distribusi bahan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga melalui integrasi Warung Milik Rakyat (Wamira) dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Skema ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Kota Jogja.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah dinas terkait untuk mematangkan integrasi pengembangan Wamira dengan KKMP. Menurutnya, saat ini sudah ada salah satu unit KKMP di Kota Jogja yang berpotensi diintegrasikan dengan Wamira untuk penjualan sembako kepada masyarakat.
“Itu nanti KKMP, gerainya ada Gerai Wamira. Jadi antara Wamira dengan KKMP tidak berdiri sendiri-sendiri, tetapi saling melengkapi,” katanya Senin (9/3/2026).
Tri menjelaskan, dalam skema tersebut KKMP akan berperan sebagai wadah penghimpun berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Jogja. Produk-produk UMKM tersebut kemudian akan disalurkan ke Gerai Wamira sehingga dapat memperluas akses pemasaran sekaligus memperkuat rantai distribusi barang kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja, Veronica Ambar Ismuwardani, menegaskan bahwa Wamira bukan merupakan milik KKMP. Ia menjelaskan dalam pola integrasi tersebut, pengelolaan Wamira tetap diprioritaskan kepada kelompok masyarakat agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh warga.
Selain itu, keberadaan Wamira juga dirancang berada di sekitar permukiman warga sehingga dapat memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
“Saya kira ini juga menjadi peluang bagi teman-teman KKMP untuk masuk ke dunia ritel kerakyatan. Wamira memberikan peluang kepada KKMP untuk membuat unit usaha Wamira,” katanya.
Menurut Veronica, saat ini terdapat lima Wamira yang akan dijadikan sebagai proyek percontohan. Beberapa di antaranya akan diintegrasikan dengan KKMP yang sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam menjalankan usaha ritel.
Langkah tersebut sejalan dengan syarat pengajuan unit usaha Wamira yang mensyaratkan adanya lokasi usaha serta embrio bisnis ritel yang telah berjalan sebelumnya.
Untuk mendukung operasional Wamira, Pemkot Jogja juga berencana bekerja sama dengan Perum Bulog DIY dalam penyediaan pasokan produk. Kerja sama tersebut sekaligus untuk memastikan para pedagang menjual kebutuhan pokok sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).
Sementara itu Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menargetkan keberadaan Wamira dapat memperluas distribusi pangan murah di Kota Jogja. Selama ini Pemkot Jogja telah memiliki Kios Segoro Amarto di sejumlah pasar sebagai salah satu instrumen pengendalian inflasi dengan menjual bahan pangan sesuai HET.
Pada tahun ini, konsep distribusi pangan tersebut akan diperluas melalui pengembangan Wamira yang direncanakan hadir di setiap kelurahan di Kota Jogja sehingga jaringan distribusi bahan pokok dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. “Kami integrasikan [Wamira] dengan KKMP agar pengelolaannya berada di bawah koperasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menganggarkan Rp5 miliar untuk memperkuat talud di enam titik sungai guna mengantisipasi longsor dan gerusan aliran air.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.