Guru SD di Kulonprogo Wafat Saat Jalani Ibadah Haji
Jemaah haji Kulonprogo Ngadikin wafat di Makkah usai sesak napas saat umrah sunah, dimakamkan di Tanah Suci.
Pekerja di rumah produksi oleh-oleh milik Rahmat yang berlokasi di Kapanewon Wates sedang melakukan pembuatan bakpia belum lama ini/Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO— Produsen oleh-oleh di Kabupaten Kulon Progo mulai meningkatkan kapasitas produksi menjelang Idulfitri. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan oleh-oleh dari para pemudik maupun wisatawan yang datang ke wilayah tersebut.
Kenaikan permintaan biasanya terjadi mendekati Hari Raya Lebaran. Para produsen berupaya memaksimalkan produksi agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus memanfaatkan momentum meningkatnya aktivitas mudik.
Salah satu produsen oleh-oleh yang menambah produksi adalah usaha bakpia dan wingko milik Rahmat Sugiyanto yang berada di Kapanewon Wates, Kulonprogo.
Rahmat mengatakan pihaknya telah menyiapkan stok produk sekaligus tenaga operasional untuk menghadapi lonjakan permintaan selama masa Lebaran.
"Targetnya stok bakpia kering hingga 10 ribu dus dan untuk bakpias basah mencapai seribu dus yntuk menjamin kesegaran produknya di tangan pembeli," katanya kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).
Tambah Tenaga Kerja
Untuk memenuhi target produksi tersebut, Rahmat mengaku harus menambah jumlah tenaga kerja. Saat ini usahanya memiliki sekitar 70 karyawan tetap yang bekerja sebagai tenaga produksi.
Menjelang Lebaran, ia berencana merekrut tambahan tenaga kerja dari masyarakat sekitar lokasi usaha.
"Rencananya tenaga tambahan antara 80 hingga 100 orang. Kami juga akan memaksimalkan operasional dengan sistem lembur," ungkapnya.
Proses produksi dijadwalkan berlangsung lebih lama dibanding hari biasa, yakni mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB dengan skema lembur bagi karyawan.
Varian Rasa dan Harga Terjangkau
Bakpia yang diproduksi Rahmat tersedia dalam berbagai varian rasa, mulai dari kacang hijau, original, stroberi, nanas, durian hingga cokelat.
Produk oleh-oleh tersebut dijual dengan harga yang relatif terjangkau, berkisar antara Rp10.000 hingga Rp25.000 per dus. Perbedaan harga dipengaruhi oleh varian rasa serta jumlah isi dalam kemasan.
"Prediksinya H-3 Lebaran hingga H+10 Lebaran produksinya bisa mencapai 3 ribu dus perhari dengan pilihan isi 10, 15, 20 dan 25 biji," bebernya.
Rahmat optimistis langkah peningkatan produksi dan penambahan tenaga kerja dapat memenuhi permintaan pelanggan. Menurutnya, penjualan oleh-oleh setiap musim Lebaran selalu mengalami peningkatan dibanding hari biasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jemaah haji Kulonprogo Ngadikin wafat di Makkah usai sesak napas saat umrah sunah, dimakamkan di Tanah Suci.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.