Maggot Masayu di Bantul Ubah Sisa Dapur Jadi Kas Warga
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, BANTUL— Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bantul mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi menjelang perayaan Idulfitri.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul kondisi cuaca yang diperkirakan masih belum stabil hingga periode Lebaran, dengan hujan yang kerap disertai angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, mengatakan situasi cuaca yang tidak menentu dapat memicu berbagai potensi bencana seperti banjir maupun tanah longsor.
Menurutnya, BPBD saat ini memprioritaskan pemantauan di wilayah yang secara historis kerap terdampak saat curah hujan meningkat. Salah satu daerah yang menjadi perhatian adalah wilayah Imogiri.
“Lebaran tahun ini kebetulan masih berada dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. Kondisi cuaca hujan disertai angin diperkirakan masih akan berlangsung sampai Lebaran nanti. Oleh karena itu, BPBD sudah mengingatkan wilayah-wilayah yang selama ini menunjukkan tingkat kerawanan bencana, salah satunya wilayah Imogiri,” ujar Mujahid, Minggu (13/3).
Selain Imogiri, BPBD juga mengidentifikasi sejumlah wilayah lain yang memiliki potensi longsor, di antaranya Pleret, Piyungan, dan Kretek.
Ia menjelaskan bahwa wilayah-wilayah tersebut memiliki kondisi geografis yang relatif rentan terhadap pergerakan tanah ketika diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
“BPBD akan fokus terutama pada daerah-daerah yang secara pola tahunan memang rawan. Biasanya daerah yang sering terdampak dari tahun ke tahun antara lain wilayah Pleret, Piyungan, dan Kretek,” jelasnya.
“Karena itu peta-peta kerawanan banjir dan longsor, terutama pada musim hujan ini, sudah disiapkan oleh BPBD. Secara khusus BPBD juga telah memberikan berbagai imbauan kepada masyarakat,” tambahnya.
Selain potensi bencana akibat cuaca, BPBD Bantul juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam merayakan malam takbiran, khususnya terkait penggunaan petasan atau mercon.
Menurut Mujahid, penggunaan petasan berisiko menimbulkan kecelakaan sehingga masyarakat diimbau untuk tidak menyalakannya demi menjaga keselamatan bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.