DPRD Bantul Dorong Sosialisasi Perda Larangan Jual Daging Anjing
DPRD Bantul meminta Perda larangan penjualan daging anjing di DIY disosialisasikan secara masif sebelum diterapkan di seluruh kabupaten dan kota.
Posko Lebaran. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi libur Lebaran tahun ini.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, sejumlah aspek menjadi perhatian mulai dari keamanan wilayah, kelancaran arus lalu lintas, hingga kesiapan layanan publik saat arus mudik dan arus balik Lebaran.
Salah satu langkah utama yang disiapkan adalah pelaksanaan operasi pengamanan menjelang hingga setelah Lebaran. Operasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua pekan.
Kegiatan pengamanan dimulai tujuh hari sebelum hari raya dan berlanjut hingga tujuh hari setelah Lebaran.
“Waktu operasi ini adalah H-7 sampai H+7 dengan berbagai kegiatan yang output-nya adalah Bantul yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” ujarnya , Senin (16/3/2026).
Selain pengamanan wilayah, pemerintah daerah juga memfokuskan perhatian pada kelancaran lalu lintas. Hal ini mengingat mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat tajam selama masa mudik dan libur panjang Idulfitri.
Koordinasi dengan aparat keamanan serta instansi terkait terus dilakukan agar pergerakan kendaraan tetap lancar dan tidak menimbulkan kemacetan di sejumlah titik rawan.
“Lalu lintas diharapkan kondusif, artinya lancar, serta ketersediaan komoditas pangan strategis terjamin,” ucapnya.
Pemkab Bantul juga memastikan layanan publik tetap berjalan selama periode libur Lebaran. Salah satu sektor yang menjadi prioritas adalah layanan kesehatan, mengingat kebutuhan masyarakat maupun pemudik terhadap fasilitas kesehatan tetap tinggi.
“Selain itu, pelayanan publik kita, terutama di bidang kesehatan, juga dipastikan tetap berlangsung dengan baik selama hari-hari tersebut,” jelasnya.
Berdasarkan proyeksi pemerintah daerah, jumlah pemudik yang datang ke wilayah Bantul selama periode Lebaran diperkirakan mencapai sekitar 1,8 juta orang. Angka tersebut mencakup pemudik yang pulang ke kampung halaman sekaligus mereka yang singgah atau beraktivitas di wilayah Bantul saat libur panjang.
Dengan potensi lonjakan tersebut, pemerintah daerah menilai koordinasi lintas instansi menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
“Dengan harapan bahwa operasi ini nantinya akan menghasilkan kinerja yang optimal untuk memberikan pelayanan yang semakin baik dan semakin sempurna bagi para pemudik yang kita proyeksikan berjumlah sekitar 1,8 juta orang. Sebagian di antaranya tentu akan singgah atau beraktivitas di wilayah Kabupaten Bantul,” tuturnya.
Halim menambahkan, organisasi perangkat daerah yang ditugaskan untuk mendukung kelancaran arus mudik telah memahami peran serta tanggung jawab masing-masing. Mereka juga telah menyiapkan prosedur pelayanan yang dibutuhkan masyarakat selama masa Lebaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta Perda larangan penjualan daging anjing di DIY disosialisasikan secara masif sebelum diterapkan di seluruh kabupaten dan kota.
Harga buyback emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian turun pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Cek harga berdasarkan berat emas.
Perempuan muda dan lansia di DIY serta Klaten mengolah kain perca menjadi tenun dan kerajinan bernilai ekonomi di Rumah Kreatif Tukik.
BMKG menetapkan status Siaga tsunami hingga 3 meter setelah gempa M7,7 mengguncang Nagekeo, NTT, Sabtu pagi.
Artis Celine Evangelista hadir dalam gelaran Jogja Fashion Week (JFW) 2026 dengan membagikan pengalaman dalam berbinis busana muslimah syar'i.
Penyalahgunaan narkoba dan psikotropika tidak hanya merusak kondisi fisik, tetapi juga dapat memicu kecanduan berat akibat perubahan sistem dopamin di otak