Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sejumlah wisatawan bermain kano di kawasan Pantai Drini di Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, belum lama ini. - Harian Jogja/David Kurniawan\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah kejadian kecelakaan laut (laka laut) terjadi di wilayah pantai selatan DIY selama libur Idulfitri 1447 Hijriah. Meski demikian, seluruh korban berhasil diselamatkan oleh tim Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) DIY tanpa adanya korban jiwa.
Peristiwa laka laut mulai terjadi sejak Sabtu (21/3/2026) di kawasan Pantai Kukup, di mana satu wisatawan mengalami luka akibat terkena bulu babi. Kepala Satpol PP DIY, Bagas Senoadji, menjelaskan insiden tersebut menjadi awal rangkaian kejadian serupa selama libur Lebaran.
Insiden berikutnya terjadi pada Minggu (22/3/2026) di Pantai Parangtritis, ketika dua wisatawan terseret arus. Keduanya berhasil diselamatkan oleh petugas yang berjaga di lokasi.
Kejadian serupa kembali terulang pada Senin (23/3/2026) di lokasi yang sama, melibatkan empat orang wisatawan yang terseret arus saat bermain air di zona berbahaya. Mereka diketahui berada di area rip current atau arus balik yang dapat menarik korban ke tengah laut.
“Petugas jaga yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dan selanjutnya dibawa ke posko SRI untuk diberikan pertolongan lanjut dan didata. Salah satu korban laka kami bawa ke Klinik Dharma Husada untuk diberi pertolongan lanjutan,” katanya, Selasa (24/3/2026).
Menurut Bagas, sebagian besar laka laut dipicu oleh kurangnya pemahaman wisatawan terhadap fenomena rip current yang kerap terjadi di pantai selatan. Arus ini terlihat tenang di permukaan, namun memiliki tarikan kuat ke arah laut lepas.
“Jadi di pantai selatan itu kan banyak rip current atau arus yang mendadak menarik ke tengah lautan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, salah satu ciri utama rip current adalah warna air laut yang tampak lebih gelap dibandingkan sekitarnya. Kondisi ini sering disalahartikan wisatawan sebagai area aman karena ombaknya terlihat lebih tenang.
“Karena itu kan arusnya tenang sebetulnya, kelihatannya tenang tapi kencang nariknya,” paparnya.
Untuk mengantisipasi risiko, SRI DIY terus mengimbau wisatawan agar hanya bermain air di zona aman yang telah ditandai dengan bendera. Selain itu, petugas juga aktif melakukan pengawasan di titik-titik rawan.
“SRI selalu menghimbau kepada masyarakat untuk bermain airnya di antara bendera yang sudah ditancapkan, itu penanda area yang aman. Sehingga kami memantaunya juga nggak terlalu jauh. Kami juga berkolaborasi dengan Polairud, BPBD dan Dinas Kesehatan,” kata dia.
Selama periode libur Lebaran, sebanyak 328 personel SRI disiagakan di berbagai titik strategis di DIY, mulai dari kawasan pesisir hingga destinasi wisata darat.
“Mulai dari Sadeng sampai ke Congot. Kemudian ada di Waduk Sermo, ada di Kaliurang, sama yang ada di kantor. Yang di kantor itu bertugas untuk patroli keliling,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.