KAI Hadirkan Rail Clinic dan Rail Library di Stasiun Sentolo
KAI Daop 6 menghadirkan rail clinic dan rail library di Stasiun Sentolo. Sebanyak 200 warga mendapat layanan kesehatan gratis.
Tugu tulisan Kulonprogo the Jewel of Java - ilustrasi/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kunjungan wisatawan di Kulonprogo meningkat selama Lebaran 2026, terutama sejak H+1 hingga H+3 Lebaran.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo, Sutarman, menjelaskan bahwa dari 10 destinasi wisata yang dikelola, seluruhnya mencatat kenaikan jumlah pengunjung secara akumulatif.
Berdasarkan data yang dihimpun, pada H+1 Lebaran 2026 jumlah kunjungan mencapai 12.340 wisatawan atau meningkat 39,31 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 8.858 orang. Kenaikan juga terjadi pada H+2 dengan 15.802 pengunjung atau naik 16,18 persen dari 13.601 wisatawan di tahun sebelumnya.
Sementara itu, pada H+3 Lebaran 2026, jumlah kunjungan tercatat 15.482 wisatawan atau meningkat tipis 2,31 persen dibandingkan 15.133 orang pada 2025.
“Secara umum peningkatan paling signifikan terjadi pada H+1 Lebaran, menandakan perubahan pola kunjungan wisatawan yang datang lebih awal dibandingkan tahun lalu,” ujar Sutarman, Rabu (25/3/2026).
Meski demikian, puncak kunjungan masih terjadi pada H+2 dan H+3 Lebaran, baik pada 2025 maupun 2026. Destinasi pantai tetap menjadi primadona wisata di Kulonprogo atau Bumi Binangun.
Sejumlah objek wisata yang menjadi penyumbang kunjungan tertinggi di antaranya Pantai Glagah dan Pantai Congot. Selain itu, destinasi lain seperti Waduk Sermo dan kawasan perbukitan Menoreh juga menunjukkan tren kunjungan yang relatif stabil.
Namun demikian, beberapa destinasi masih mencatat angka kunjungan rendah. Objek wisata seperti Pantai Trisik, Puncak Suroloyo, dan Goa Kiskendo dinilai perlu penguatan promosi serta pengembangan daya tarik.
Sutarman juga mengungkapkan adanya dinamika menarik di destinasi unggulan. Kunjungan ke Pantai Glagah yang selama ini menjadi penopang utama PAD pariwisata justru mengalami sedikit penurunan, sementara Pantai Congot mencatat peningkatan signifikan.
“Ada fenomena Glagah sedikit turun dibanding tahun lalu, sedangkan Congot naik cukup signifikan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan pemecah ombak di Pantai Congot menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut.
Meski terdapat pergeseran tren, Dispar Kulonprogo tetap optimistis target 100.000 kunjungan selama libur Lebaran 2026 dapat tercapai. Hal ini didukung masih berlangsungnya libur sekolah hingga akhir pekan, yang diperkirakan akan kembali mendorong lonjakan wisatawan.
“Jumlah kunjungan masih terus direkap karena akhir pekan ini diprediksi akan kembali meningkat,” kata Sutarman.
Wisatawan yang berkunjung ke Kulonprogo diketahui berasal dari berbagai daerah, baik lokal maupun luar wilayah, yang memanfaatkan momentum libur panjang untuk berwisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 menghadirkan rail clinic dan rail library di Stasiun Sentolo. Sebanyak 200 warga mendapat layanan kesehatan gratis.
DPC Gerindra Sleman membangun kantor permanen di Jalan Magelang. Ditargetkan rampung Februari 2027 dan menjadi rumah aspirasi masyarakat.
SNTL 2026 mempertemukan akademisi, pemerintah, industri, dan mitra untuk membahas teknologi dan manajemen lingkungan berkelanjutan.
Malaysia menang 6-0 atas Singapura, tetapi gagal ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh.
Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup. Mitchell Baker mencetak lima gol dalam pesta gol Garuda.
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.