Event Jogja: Catat Tanggal Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K
Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K digelar di Kaliurang pada 23 Agustus 2026 untuk mendorong wisata dan ekonomi lokal di Sleman.
Pemakaman - Ilustraso/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman mulai menyiapkan langkah penambahan kapasitas pemakaman dengan meratakan lahan berbukit di TPU Seyegan. Area yang selama ini tidak bisa dimanfaatkan akan dioptimalkan agar menambah ruang makam bagi masyarakat.
Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman menyebut lahan di sisi barat TPU memiliki kontur berbukit, sehingga sulit digunakan untuk pemakaman. Kondisi ini mendorong pemerintah melakukan pemangkasan tanah agar lebih fungsional.
Kepala Bidang Perumahan DPUPKP Sleman, Suwarsono, menjelaskan proses yang akan dilakukan meliputi pekerjaan cutting hingga pembangunan talud guna menata ulang struktur lahan.
“Karena berbukit kan tidak bisa digunakan untuk makam. Nah ini kami ratakan nanti ada pekerjaan cutting, talud, dan sebagainya,” katanya saat ditemui di kantornya, Senin (31/3/2026).
Ia menegaskan proyek ini bukan pembangunan TPU baru atau perluasan lahan, melainkan optimalisasi aset yang sudah dimiliki Pemkab Sleman. Dengan penataan tersebut, jumlah satuan ruang makam (SRM) diharapkan meningkat.
Saat ini, proyek masih dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). Dokumen perencanaan ditargetkan rampung pada April, dilanjutkan proses pengadaan sebelum kontrak fisik dimulai sekitar Juli.
“DED selesai bulan April, nanti sambil proses pengadaan, kemungkinan Juli sudah bisa kontrak fisik,” ujarnya.
Meski begitu, luas area yang akan diratakan belum ditentukan secara pasti karena masih menunggu hasil perencanaan detail. Program ini menjadi bagian dari antisipasi keterbatasan lahan pemakaman di Sleman ke depan.
Sementara itu, Kepala Subbagian Administrasi UPTD DPUPKP Sleman, Retno Handayani, menyebut kapasitas TPU di Sleman sebenarnya masih cukup luas. TPU Seyegan memiliki kapasitas sekitar 5.000 SRM dengan luas 5,1 hektare dan telah beroperasi sejak 2008.
Adapun TPU Madurejo di Kapanewon Prambanan juga memiliki kapasitas sekitar 5.000 SRM dengan luas 7,1 hektare dan mulai digunakan sejak 2016. Lokasi ini mencakup pemakaman umum, tumpang, serta area khusus pasien Covid-19.
Sementara TPU Seyegan selama ini dimanfaatkan untuk pemakaman umum, pengungsi, campuran, hingga korban erupsi Gunung Merapi.
Dengan optimalisasi lahan berbukit tersebut, pemerintah berharap kebutuhan ruang pemakaman di Sleman tetap terjaga tanpa harus membuka lahan baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K digelar di Kaliurang pada 23 Agustus 2026 untuk mendorong wisata dan ekonomi lokal di Sleman.
Pakar UGM menjelaskan autoimun dipengaruhi genetik dan lingkungan. Stres, kelelahan, serta paparan matahari berlebih dapat memperparah kondisi.
KPK menduga Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini memakai Rp2,25 miliar hasil korupsi untuk membeli saham RS SSM dan masih mendalami aliran dananya.
Selamat pagi dari Harianjogja.com. Semangat mengawali hari dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu 22 Juli 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 mencapai 87%. Ramp on dan ramp off ditargetkan selesai Agustus 2026.