11 Bayi Dievakuasi di Rumah Bidan Pakem, Hasil Hubungan Luar Nikah
Polisi menyelidiki penitipan 11 bayi di Pakem, Sleman. Mayoritas bayi disebut lahir di luar pernikahan dan dititipkan ke bidan.
Potret Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.1 IC Purwomartani-Maguwoharjo pada Senin (30/3/2026)/Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN — Proyek pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.1 ruas Interchange Purwomartani hingga Ramp On/Off Maguwoharjo dipastikan akan didominasi konstruksi melayang (elevated).
Ruas jalan bebas hambatan ini dirancang membentang dari Purwomartani menuju barat hingga Maguwoharjo, dengan jalur yang melintas di atas Selokan Mataram dan Ring Road Utara.
General Superintendent PT Daya Mulia Turangga, Dwi Yulianto, menegaskan bahwa mayoritas konstruksi akan menggunakan konsep elevated.
“Mayoritas elevated ya. Hampir 100% elevated,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Membentang hingga Maguwoharjo
Dari titik awal di Purwomartani, ruas tol ini akan berakhir di kawasan Maguwoharjo. Lokasi Ramp On dan Ramp Off direncanakan berada di sekitar Hotel Aveon.
“Ramp On berada sebelum Hotel Aveon, sedangkan Ramp Off kurang lebih di seberangnya,” jelas Dwi.
Pilar Dibangun di Atas Selokan Mataram
Pada tahap awal pembangunan, sepanjang sekitar 1,4 kilometer pertama akan difokuskan pada pengerjaan pilar di area Selokan Mataram.
Pilar-pilar tersebut akan dibangun di sisi kiri dan kanan selokan, dengan beberapa titik menggunakan konstruksi gabungan.
“Yang di area pertama itu kira-kira 1,4 kilometer berada di atas Selokan Mataram,” ungkapnya.
Pertimbangan Aspek Heritage
Dwi menambahkan, pembangunan di kawasan Selokan Mataram dilakukan dengan mempertimbangkan nilai historisnya sebagai salah satu infrastruktur warisan.
Karena itu, desain konstruksi diupayakan tidak merusak struktur utama selokan.
“Karena Selokan Mataram kan jadi heritage, tentunya secara perencanaan kami hindari [gangguan langsung],” tegasnya.
Dengan konsep melayang ini, proyek Tol Jogja-Solo diharapkan mampu meminimalkan pembebasan lahan sekaligus menjaga keberadaan infrastruktur bersejarah di wilayah Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menyelidiki penitipan 11 bayi di Pakem, Sleman. Mayoritas bayi disebut lahir di luar pernikahan dan dititipkan ke bidan.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Harga pangan nasional hari ini menunjukkan cabai rawit merah Rp78.500/kg, telur Rp33.950/kg. Simak daftar lengkap harga terbaru dari PIHPS.
Momen haru terjadi usai sidang tuntutan Nadiem Makarim. Ia merangkul sopir ojol yang datang memberi dukungan di Pengadilan Tipikor.
Satpol PP Bantul menertibkan puluhan spanduk dan rontek liar yang dipasang melintang di jalan dan dekat lampu lalu lintas.
Meta memakai AI untuk mendeteksi akun anak di bawah 13 tahun di Facebook dan Instagram tanpa verifikasi dokumen.