25 KK Transmigran Sleman di Arongo Minta Kepastian Hak Lahan
Bupati Sleman dan Konawe Selatan bahas solusi transmigran Arongo. 25 KK asal Sleman minta kepastian hak lahan.
Bus Sekolah - Instagram: Dinas Perhubungan Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Layanan Bus Sekolah Si Bulan di Kabupaten Sleman menunjukkan tren penggunaan yang terus meningkat sejak mulai beroperasi pada November 2024. Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman mencatat total pengguna sepanjang 2025 mencapai 14.473 penumpang, didominasi kalangan pelajar.
Data tersebut memperlihatkan kenaikan bertahap sejak awal tahun. Pada Januari 2025, jumlah penumpang masih berada di angka 665 orang, namun terus bertambah hingga mencapai puncaknya pada November 2025 dengan 2.274 penumpang dalam satu bulan. Kenaikan ini bahkan lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatatkan 597 penumpang.
Kepala Seksi Keselamatan Transportasi Dishub Sleman, Rosalyna Setia Wardhani, menjelaskan bahwa peningkatan ini menunjukkan mulai terbentuknya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi khusus pelajar tersebut.
Secara operasional, Bus Sekolah Si Bulan melayani dua koridor utama dengan sistem shift pagi dan sore. Koridor 1 pada shift pagi menjadi yang paling banyak digunakan dengan total 4.434 penumpang sepanjang 2025. Sementara itu, pada shift sore, koridor yang sama juga mencatat angka tertinggi dengan 3.713 pengguna.
Meski tren meningkat, terdapat penurunan musiman yang terjadi pada Maret 2025 dengan jumlah penumpang hanya 483 orang. Penurunan ini diperkirakan dipicu libur panjang Idulfitri yang mengurangi aktivitas sekolah. Kondisi serupa juga terjadi pada Maret 2026 dengan jumlah 433 penumpang, atau hanya selisih 50 orang dibanding tahun sebelumnya.
Memasuki April, jumlah pengguna kembali meningkat menjadi 955 penumpang dan terus menunjukkan tren positif hingga akhir tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa layanan Bus Sekolah Si Bulan mulai menjadi bagian penting dalam mobilitas pelajar di Sleman.
Selain meningkatkan akses transportasi, program ini juga diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar. Data Satlantas Polresta Sleman mencatat sebanyak 590 pelajar usia 4 hingga 19 tahun menjadi korban kecelakaan lalu lintas sepanjang Januari–Oktober 2025.
Di sisi lain, kebutuhan perluasan layanan masih menjadi perhatian. Kepala SMP Muhammadiyah III Mlati, Yulia Rachmawati, mengungkapkan bahwa sebagian besar siswanya masih mengandalkan ojek online untuk berangkat dan pulang sekolah.
“Rata-rata anak-anak pakai ojek online. Perlu sebenarnya ada perluasan rute atau layanan. Sayang sekali Si Bulan belum bisa menjangkau sekolah kami,” kata Yulia.
Dengan tren peningkatan pengguna dan kebutuhan akses yang semakin luas, pengembangan rute Bus Sekolah Si Bulan menjadi langkah penting agar manfaat layanan ini bisa dirasakan lebih merata oleh pelajar di Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman dan Konawe Selatan bahas solusi transmigran Arongo. 25 KK asal Sleman minta kepastian hak lahan.
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.